oleh

Hari Air Dunia XXIX,BPBD Pemkab  Madiun Tanam 10.000 Polybag di Desa CermoMadiun

Hari Air Dunia XXIX,BPBD Pemkab Madiun  Tanam 10.000 Polybag di Desa CermoMadiun.

Mabesbharindo.com Jatim-Dalam rangka memperingati Hari Air sedunia XXIX Tahun 2021 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Madiun  menggelar acara penanaman akar wangi/vetiver Sebanyak 10.000 Polybag di Desa Cermo Kecamatan Kare

Dalam sambutannya  Bupati madiun H.Ahmad Dawami menjelaskan bahwa Akar wangi yang dkenal dengan nama latinnya vetiver itu mampu tumbuh kedalam tanah sampai 5 meter lebih, inilah yang akan menjadi penyangga, menjadi pilar untukmenghindari terjadinya tanah longsor dan ketika ini ditanam di wilayah yang miring artinya juga akan menghambat turunnya air ke bawah sehingga air akan meresap kedalam tanah secara maksimal dan disinilah awal kita menanam tanamanan itu dan juga sebagai bagian dari pembudidayaan vetiver tersebut.

,” kita itu diberi oleh Tuhan sesuatu alam yang melimpah termasuk air didalamnya dan ini adalah kewajiban kita untuk menjaga. Kualitas air itu tergantung manusianya nanti bagaimana mengelola  di lingkungan air tersebut di antaranya termasuk pengelolaan sampah dan sebagainya”, tegasnya.

Selain di desa cermo ,kegiatan Yang bersinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini Perum  jasa Tirta I wilayah Bengawan solo . Penanaman Akar wangi juga akan terus menerus ditanaman di beberapa titik rawan longsor , khususnya pada lahan-lahan kritis potensi ancaman bencana tanah longsor dan banjir/banjir bandang seperti kecamatan Kare, Dagangan, Wungu, Gemarang, Saradan, Pilangkenceng dan Balerejo.

Secara Ringkas kepada awak media mabesbharindo.com  Zahrowi selaku ketua BPBD kabupaten Madiun menyampaikan Yang juga sekaligus Mengharap penanaman akar wangi/vetiver ini dapat memberikan pemahaman yang sama kepada masyarakat tentang program penanggulangan bencana bahwa kunci utama dalam mengurangi resiko bencana adalah aspek pencegahannya terlebih dahulu dan mitigasi bencana.
,” itu  artinya sebagai masyarakat kita semua harus mampu tanggap dan lebih sensitif terhadap kerawanan Bencana, Baik banjir ,longsor ataupun bencana- bencana lainnya”, Pungkasnya (Ugik,penulis Jok.s)

Komentar