oleh

Berkat MTS Pasbesur, Bupati Yuhronur Dorong Sertifikasi Beras Lamongan Berstandar Nasional

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi ikuti panen raya Padi Pasbesur di desa Besur, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Selasa (6/4/2021).


MABESBHARINDO.COM,    LAMONGAN – Total produksi padi Kabupaten Lamongan sebesar 1.172.965 ton Gabah Kering Giling (GKG) di tahun 2020. Hal itu menobatkan Lamongan sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Bahkan Kabupaten Lamongan masuk lima besar penyumbang padi terbesar tingkat nasional dengan surplus beras sebanyak 564.139 ton di tahun 2020.

Menurut Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Lamongan, Sujarwo, bahwa hal tersebut harus dipertahankan bahkan harus ditingkatkan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Dinas TPHP Lamongan membuat inovasi Manajemen Tanaman Sehat Padi Sehat Beras Super (MTS Pasbesur). Hal tersebut disampaikannya saat Panen Raya Padi MTS Pasbesur di Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Selasa (06/04/2021).

“MTS Pasbesur pada tanaman padi adalah sistem pertanian padi berbasis pengelolaan tanaman terpadu, ramah lingkungan dan menghasilkan produk yang sehat dan berkualitas. Diawali dengan membuat percontohan budidaya MTS Pasbesur di kawasan inti, yakni di Desa Besur, Kecamatan Sekaran. Nantinya akan dikembangkan di 6 kecamatan lain, yakni Kecamatan Sekaran, Kalitengah, Deket, Glagah, Karangbinangun, dan Karanggeneng yang dilintasi oleh Bengawan Solo, sehingga pengairan dapat dilakukan sepanjang tahun,” kata Sujarwo.

Sujarwo menambahkan, bahwa MTS Pasbesur ini akan menghasilkan padi yang sehat dan berkualitas karena didukung dengan pemilihan bibit unggul, penggunaan pupuk organic, sarana infrastruktur irigasi, alsintan modern dan pengendalian hama yang baik.

“Pada MTS Pasbesur padi percontohan ini penggunaan pupuk kimia berkurang 50%, karena mengoptimalkan pemupukan berimbang terutama penggunaan pupuk organik, serta pengendalian hama dengan cara alami, seperti refugia dan menggunakan Rumah Burung Hantu (Rubuha) dengan jumlah  total 350 rubuha di Kecamatan Sekaran, dan untuk di Desa Besur sebanyak 20 rubuha, sehingga padi yang dihasilkan lebih sehat dan berkualitas,” tambah Sujarwo.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas TPHP Lamongan, dengan penerapan MTS Pasbesur, maka produktivitas padi yang sebelumnya 7,13 ton per hektar naik menjadi 7,58 ton per hektar, bahkan untuk di kawasan percontohan di Desa Besur produktivitasnya mencapai 7,86 ton per hektar. Sedangkan Luas Tanam Padi tahun 2021 sampai dengan saat ini seluas 91.646 hektar dengan luas panen 56.820 hektar dengan total produksi 430.696 ton GKG yang menghasilkan 275.000 ton beras. Untuk di Kecamatan Sekaran Luas Panen seluas 1.035 hektar dan 108 hektar di Desa Besur.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi bersama Wakil Bupati Abdul Rouf yang hadir mengikuti acara panen raya tersebut, mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan dalam bidang pertanian tersebut, dengan cara akan mendorong sertifikasi beras sehat berkualitas sesuai standar nasional.

“Kuantitas sudah bagus bahkan masuk lima besar lumbung padi nasional, yang harus ditingkatkan selanjutnya yakni kualitas. Saya mengapresiasi MTS Pasbesur ini, karena selain dapat meningkatkan produksi padi juga dapat meningkatkan kualitas padi menjadi lebih sehat dan berkualitas. Untuk selanjutnya akan didorong untuk mencapai sertifikasi beras sehat berkualitas sesuai standar nasional Indonesia. Harapannya agar produk ini mampu bersaing dipasaran dan dicari banyak pembeli,” ucap Bupati Yuhronur.

Sebelumnya Gubernur Jatim, Khofifah telah meninjau penggilingan padi di Kabupaten Lamongan untuk memastikan surplus beras untuk meyakinkan pemerintah pusat tidak perlu melakukan import beras.

“Saat ini harga beras sedang anjlok, semoga apa yang sebelumnya diperjuangkan dapat tersampaikan kepada pemerintah pusat, sehingga kebijakan tersebut bisa membuat harga beras terkontrol dan kesejahteraan petani terjamin,” harap Bupati Yuhronur. ***


Komentar

News Feed