oleh

RESAH DENGAN SAMPAH IBU DI BANYUWANGI MENGUBAHNYA JADI KERAJIAN

MABESBHARINDO, BANYUWANGI – Dilatarbelakangi keresahan akan banyaknya sampah dilingkungannya seorang ibu rumah di Banyuwangi tergugah untuk mengolahnya. Hasil dari tangan kreatifnya berbagai macam sampah disulap menjadi kerajinan yang unik nan menggemaskan.

Ibu rumah tangga itu bernama Eny Kusnanti (54) warga Kelurahan/Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Dia mengatakan awal mula idenya ini muncul saat melihat sampah-sampah yang terbengkalai.

“Saya melihat sampah-sampah di sungai yang membuat aliran itu tidak lancar, kemudian saya pilah dan kemudian saya manfaatkan,”

Vas bunga berbahan dasar dari limbah sterofom

Mulai dari sampah sterofom, serabut kelapa hingga baju usang yang sudah tidak terpakai. Rata-rata sampah itu Eny mendaur ulang sampah itu agar kembali memiliki nilai guna.

“Dulu pertama kali membuat kerajinan itu dari baju-baju bekas, serabut kelapa. Kemudian sterofom karena sulit terurai akhirnya juga saya manfaatkan untuk dibuat vas dan saya sekarang fokus disitu karena masih jarang orang,” ungkapnya.

Eny mengatakan bahwa pengolahan limbah yang sudah dijalankan selama 2 tahunan ini dilakukan dengan tekad ikhlas untuk menjaga lingkungan. Selain itu aktivitas pembuatan kerajinan ini juga dianggapnya sebagai obat untuk terus menumbuhkan kebahagiaan dalam hidupnya.

“Sejak awal saya melakukan ini untuk mengusir sepi dan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Kalau terburu mengorientasikan pada uang khawatirnya proses daur ulang ini malah tidak jalan. Karena untuk saat ini warga juga lebih berminat vas berbahan plastik daripada yang seperti ini. Tetapi sebagai wujud kepedulian lingkungan saya tetap membuatnya,” ujarnya sembari tersenyum.

Wanita yang mengusung spirit Go Green ini membagikan tips dan trik proses daur ulang sterofom. Agar nantinya bisa diikuti oleh khalayak umum.

“Pertama sterofom itu dihaluskan dengan blender atau juga bisa diparut. Kemudian dicampur semen dengan perbandingan 1:1 tambahkan air lalu dicetak dan dicat sesuai keinginan,” bebernya.

Dia berharap kedepannya proses daur ulang sampah semacam ini juga bisa diikuti oleh setiap masyarakat. Sehingga setidaknya problem-problem mengenai sampah bisa sedikit tertangani.

“Semoga jadi inspirasi buat orang lain untuk mengolah sampah. Intinya harus sabar, ikhlas. Karena masalah sampah tanggung jawab setiap individu dalam masyarakat. Tidak usah menunggu pemerintah untuk turun tangan kan ya, mestinya,” imbuhnya.

Komentar