oleh

Oknum BPJS Ketenagakerjaan Indikasi Pengacaman Akan Melakukan Pembekuan Saldo Peserta Bpjs

Mabesbharindo.com.BATAM-Terkait pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang merupakan badan hukum publik yang bertugas melindungi seluruh pekerja melalui 4 program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Namun berbeda pelayanan BPJS Ketenagakerjaan yang berada di Sekupang, Kota batam, terlihat tidak memberikan pelayanan yang prima.

Raden, yang ditemani awak media ini mempertanyakan terkait masalah Claim BPJS JHT yang terkesan mempermainkan sistem pencairan dana BPJS JHT atas nama Raden Hartono.

Wa Dari Salah Karyawan Bpjs Tenagakerja Sekupang

Pertama kali hartono Claim BPJS JHT, (5/3/2021)
Raden disuguhkan sekurity dengan pasilitas pendaftaran secara Online, Segala pengurusan Claim, surat menyurat dan penyerahan berkas hanya bisa melalui sekurity, tidak bisa tatap muka langsung dengan Pelayan petugas BPJS dengan dalih Prokes.

Setelah Raden mendapatkan antrian pengecekan berkas, sekurity memberikan selembaran kertas yang berisikan 7 Perusahaan tempat Raden bekerja benar terdata sebagai peserta BPJS JHT. Diantaranya satu perusahaan sudah di Claim (dicairkan) oleh Raden, hingga 6 perusahaan lagi yang belum di Claim.

“Ini ada semua PT tempat saya bekerja kemaren bang, ini di prin dari BPJS kemaren, saya disuru lengkapi berkas surat pengalaman kerjanya karena dari 6 PT cuma ada satu pengalaman kerjanya, jadi semalam saya sudah ambil dari 2 PT yang masih buka,” ucapnya pada awak media ini, (8/3/2021).

Selanjutnya pada hari Jum’at, (12/3/2021), Raden mencoba mempertanyakan kembali ke BPJS JHT yang sama, dan mendaftar ulang secara Online kembali, untuk memberitahu tiga Perusahaan sudah tutup, dan tidak mendapatkan Surat pengalaman kerjanya.

Setelah mendapat giliran antrian, sekurity cek berkas dan Raden menjelaskan bahwa Tiga Perusahaan sudah tutup.

“Pak saya cuma tiga aja yang ada surat pengalamannya, yang 3 perusahaan lagi saya kesana semalam sudah tutup,” ucap Raden kepada Sekurity.

Selanjutnya sekurity membawa berkas dan berkata “Iya Pak, biar di cek dulu didalam,” tutup sekurity yang piket saat itu.

Tidak lama kemudian Sekurity mengembalikan berkas dan memberi sepotong kertas yang berisikan Nomor Handphone WA kepada Raden, agar Raden memotokan dan mengirim semua berkas tersebut melalui nomor WA tersebut.

Selesai Raden mengirim berkas melalui nomor WA tersebut, ia juga menjelaskan lagi bahwa ada tiga Perusahaan yang sudah tutup dan tidak ada surat pengalaman kerjanya.

“Surat pengalaman kerja cuma ada tiga aja bu,. Surat pengalaman yang lain sudah hilang,. PT nya sdh tutup,” tulis Raden ke WA tersebut untuk lebih memastikan jika bisa diproses.

Pihak BPJS memberi jawaban sangat singkat dan terkesan sudah memproses berkas tersebut.

“Sudah diproses td kn pak,” Jawab admin WA BPJS tersebut.

Dengan penuh harapan Hartono bisa menerima semua JHT yang ada, namun harapan itu terbalas dengan hasil yang tidak memuaskan, ia hanya menerima pencairan yang ada surat pengalaman kerja saja.

Namun hal anehpun terjadi pada saat Raden konfirmasi melalui nomor WA admin tersebut, Raden mengirimkan bukti print Out Buku rekening Bank BNI nya.

“MET pagi Pak/ibu, kenapa cuman cair segini, pada hal saya kerja ada 6 PT, kata nya kemaren sudah di proses semua, nama saya : Raden Hartono,. Tolong penjelasan nya,” tulis Hartono, sembari mengirim foto prin buku tabungannya.

Tidak lama kemudian konfirmasi Raden dibalas, dengan jawaban yang mengejutkan.

“YANG DI PROSES YANG ADA PENGALAMAN SAJA KAN BAPAK SUDAH ISI SURAT PERNYATAAN SALDO DIHANGUSKAN,” tulisnya.

“PAKAI MATERAI 10000,” tulisnya lagi.

“Saya tidak pernah menulis surat pernyataan materai 10000,. kalau ada mana buktinya bu, kirim ke saya,” balas Raden

Lagi-lagi Pemegang nomor WA tersebut membalas dengan kata yang janggal.

“YA UDAH SAYA BATALIN BAPAK KESINI YA,”
“SALDO BAPAK KITA BEKUKAN TERLEBIH DAHULU YA PAK,” balasnya ke Raden.

Yang paling mencengangkan lagi, pemegang WA BPJS tersebut menghapus tulisannya, “Pesan ini telah dihapus” tersisa tertulisan di chat WA tersebut.

Siang itu juga Raden langsung ke kantor BPJS Sekupang guna memperjelas lagi.

Petugas tidak bisa memberikan solusi apapun kepada Raden terkait tiga surat pengalaman kerja yang hilang, kecuali harus melengkapi pengalaman kerjanya atau surat yang menguatkan pernah bekerja di perusahaan dahulu.

Saat media ini menanyakan kepada petugas tersebut, terkait chat WA petugas yang menuliskan surat pernyataan saldo dihanguskan, dan akan dibekukan, petugas perempuan tersebut mengalihkan jawabannya.

“Bagi setiap peserta yang tidak membawa lengkap pengalaman kerja, kita akan menanyakan, Bapak ini memang ada bukti bekerja disana atau tidak, dan kita meminta pilihannya, berarti yang akan diproses yang ada kartu ini aja gitu,” tutur petugas tersebut.

Sampai berita ini dipublis, salah satu pejabat BPJS yang dikonfirmasi media ini belum merespon samasekali sejak Rabu, (17/3/2021). (Tim zul)

Komentar