oleh

Disnakertrans Jatim Gelar Workshop Berorientasi Dunia Kerja

MabesBharindo I Ngawi – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif dan profesional merasa perlu melaksanakan kegiatan berupa pengembangan kapasitas SDM pelaksana dan mentor Millennial Job Center (MJC)melalui workshop orientasi dunia kerja millennial dalam penyiapan kompetensi talenta program Millennial Job Center (MJC) pada platform keahlian baru 2021.

Hal ini dikatakan Kadisnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo saat membuka Workshop Orientasi Dunia Kerja Millennial Dalam Penyiapan Kompetensi Talenta Program Millennial Job Center (Mjc) Pada Platform Keahlian Baru di Malang, Senin (8/3/2021) petang.

Pemerintah Daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas perbantuan dibidang tenaga kerja dan transmigrasi, data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim dan berita resmi statistik oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim per Agustus 2020 sebesar 5,84%, atau setara dengan jumlah pengangguran sebesar 1,3 juta orang.

Melihat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang demikian maka sangat dibutuhkan sinergitas, kreativitas dan kerjasama yang lebih baik antar semua pihak untuk membuka kesempatan kerja baru serta melakukan upaya-upaya optimalisasi penempatan tenaga kerja di Provinsi Jatim.

Himawan menjelaskan, ini menjadi tugas kita bersama, sampai dengan saat ini masalah ketenagakerjaan secara umum masih didominasi oleh tingginya angka pengangguran, terutama jumlah pengganggur terdidik yang terus bertambah. Agenda kerja yang sudah direncanakan dan dijalankan program kerja Gubernur Jatim antara lain memaksimalkan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat, misalnya sektor pendidikan, kesehatan hingga percepatan izin bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Dengan prinsip “cettar” yang merupakan singkatan dari cepat, efektif dan efisien, tanggap, transparan, akuntabel dan responsif dan opop (one pesantren one product).
Generasi muda millennial sangat diharapkan menjadi tulang punggung peralihan pekerja dari sektor formal ke sektor informal yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat pada umumnya, gig workers (freelancer) menjadi model bisnis baru yang mulai dilirik di indonesia. kehadiran para tenaga freelencer seiring dengan hadirnya industri 4.0 yang menekankan efisiensi dan efektivitas melalui teknologi.

Gig workers (freelancer) tidak menjadi hal baru bagi negara-negara maju di era industri 4.0 ini. Namun di Indonesia, gig worker (freelancer) sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan, sehingga banyak perusahaan mulai melihat sisi lain dari para gig worker.

Sementara itu Kepala bidang penempatan dan perluasan kesempatan kerja Disnakertrans Jatim Sunarya, menjelaskan  maksud dan tujuan di laksanakan kegiatan workshop ini adalah untuk memberikan akses lebih kepada para gig worker (freelancer) pemerintah provinsi Jawa Timur Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi.

Agar mampu terus bekerja di era revolusi industri 4.0 serta untuk meningkatkan jumlah lapangan kerja dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim
Pemerintah Provinsi Jatim menghadirkan inovasi/terobosan baru melalui program Milenial Job Center (MJC), yang merupakan ekosistem baru dalam mempersiapkan dan mempertemukan talenta, mentor dan klien dalam rangka terciptanya peluang project/pekerjaan bagi para gig worker (freelancer) di Jawa Timur. ( Sumarmi ).

(Sumber : Humas Pemprov Jatim)

Komentar