Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Palabuhanratu Berakhir Damai Secara Kekeluargaan

Uncategorized178 Dilihat

Media Mabes Bharindo.com

Palabuhanratu – Dugaan kasus perundungan terhadap seorang siswa kelas 6 SDN 2 Palabuhanratu berinisial RS (12) yang sempat menjadi perhatian warga, akhirnya diselesaikan secara damai dan kekeluargaan antara kedua belah pihak.

Permasalahan tersebut mencuat setelah adanya unggahan status WhatsApp yang diduga berisi tindakan pembulian terhadap korban. Kejadian itu pun sempat menimbulkan keprihatinan dari pihak keluarga dan lingkungan sekitar karena menyangkut kondisi psikologis anak di bawah umur.

Namun, setelah dilakukan mediasi bersama pihak keluarga dan lingkungan sekolah, empat anak yang diduga terlibat dalam tindakan pembulian tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada RS dan keluarganya.

Suasana haru terlihat saat proses perdamaian berlangsung. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang persoalan dan memilih menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan demi menjaga hubungan baik antar sesama pelajar serta masa depan anak-anak yang masih membutuhkan pembinaan.

Pihak keluarga RS mengaku menerima permintaan maaf tersebut dengan lapang dada. Mereka berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.

“Anak-anak seusia mereka masih perlu arahan dan pembinaan. Kami berharap ini menjadi pelajaran bersama agar lebih bijak dalam berteman maupun menggunakan media sosial,” ujar salah satu pihak keluarga.

Sementara itu, lingkungan sekolah juga diharapkan dapat lebih meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi kepada siswa mengenai dampak bullying, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa perundungan dalam bentuk apa pun dapat berdampak serius terhadap mental dan perkembangan anak. Peran orang tua, guru, dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai

 

 

Reforter FR Mbs

Komentar