Media Mabes Bharindo com
SUKABUMI — Desa Sirnaresmi yang berada di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali mencuri perhatian publik berkat kekayaan potensi yang dimilikinya. Mulai dari sektor pertanian, budaya adat, hingga geliat ekonomi kreatif, desa ini menunjukkan perkembangan yang menjanjikan sekaligus tetap menjaga jati diri tradisionalnya.
Desa ini dikenal sebagai wilayah yang menjadi rumah bagi Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, sebuah komunitas adat Sunda yang masih konsisten melestarikan tradisi leluhur, khususnya dalam sistem pertanian dan kehidupan sosial masyarakatnya.
Kapulaga Jadi Andalan Ekonomi Warga
Sektor pertanian masih menjadi penggerak utama roda perekonomian masyarakat Desa Sirnaresmi. Dalam beberapa tahun terakhir, kapulaga muncul sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai jual tinggi, bahkan melampaui harga cengkeh di pasaran.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kemudahan akses petani terhadap pengepul hingga eksportir, sehingga harga jual lebih stabil dan menguntungkan. Selain kapulaga, masyarakat juga mengembangkan berbagai produk pertanian lainnya yang mampu memberikan pendapatan rutin dengan omzet yang cukup signifikan setiap bulan.
Seren Taun, Daya Tarik Wisata Budaya
Di sisi lain, potensi pariwisata berbasis budaya juga menjadi kekuatan Desa Sirnaresmi. Kampung Adat Sirnaresmi rutin menggelar tradisi Seren Taun, yakni upacara adat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen.
Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga berhasil menarik minat wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Ditambah lagi, letak desa yang berada di jalur nasional simpang tiga Panggleseran menjadikannya strategis sebagai destinasi wisata sekaligus pusat aktivitas perdagangan tradisional.
UMKM Tumbuh, Ekonomi Kreatif Menguat
Perkembangan ekonomi kreatif di Desa Sirnaresmi juga terlihat dari tumbuhnya berbagai pelaku UMKM lokal. Produk yang dihasilkan beragam, mulai dari olahan hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga kuliner khas daerah.
Peran akademisi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai perguruan tinggi turut memberikan dampak positif. Pendampingan yang dilakukan membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas produk serta memperkuat strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan platform digital agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Gambaran Wilayah dan Kependudukan
Secara geografis, Desa Sirnaresmi memiliki luas wilayah sekitar 650 hektare atau setara 6,2 km². Wilayah ini terdiri dari sekitar 547,97 hektare lahan darat dan 102,03 hektare area persawahan.
Desa ini berada pada ketinggian 400 hingga 500 meter di atas permukaan laut, dengan karakteristik wilayah berupa dataran dan lereng perbukitan. Jumlah penduduk diperkirakan relatif stabil dengan sedikit peningkatan berdasarkan data terbaru dari BPS Sukabumi.
Mayoritas warga bekerja sebagai petani dan buruh tani, namun terdapat pula profesi lain seperti pedagang, wiraswasta, aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri, hingga pelaku jasa transportasi.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Di balik potensi besar yang dimiliki, Desa Sirnaresmi juga menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya fluktuasi harga komoditas, keterbatasan akses pasar, serta ancaman modernisasi yang dapat mempengaruhi kelestarian adat istiadat.
Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya dalam mendorong pembangunan desa. Beberapa langkah strategis yang diharapkan antara lain peningkatan infrastruktur, perluasan akses pasar bagi petani, optimalisasi promosi wisata berbasis digital, serta pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM
Dengan potensi yang dimiliki, Desa Sirnaresmi dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi ikon wisata budaya sekaligus sentra pertanian unggulan di Sukabumi. Lebih dari itu, desa ini juga dapat menjadi contoh bagaimana kearifan lokal tetap bisa berjalan seiring dengan perkembangan zaman.
Reforter FR Mbs














Komentar