Media Mabes Bharindo Sukabumi.
Lapas Kelas IIA Warungkiara memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 dengan berbagai kegiatan sosial dan pembinaan yang menyasar warga binaan maupun masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut meliputi penyaluran bantuan sosial, pemberian bantuan usaha kepada keluarga warga binaan, hingga pemberian penghargaan kepada sejumlah mitra strategis.
Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.
“Alhamdulillah, di Hari Bakti Pemasyarakatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih karena pelaksanaannya berjalan dengan tertib, baik, dan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu kegiatan utama adalah penyaluran bantuan berupa gerobak kepada keluarga warga binaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mereka tetap menjalankan usaha dan menjaga kemandirian ekonomi.
“Bantuan berupa gerobak diberikan kepada keluarga warga binaan agar bisa melanjutkan aktivitasnya, berkolaborasi dengan pihak ketiga, dan tidak menimbulkan citra negatif,” tambahnya.
Selain itu, Lapas Warungkiara juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut berupa bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, sabun, dan lainnya.
“Alhamdulillah kami bisa memberikan bantuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengurangi beban hidup mereka,” katanya.
Dalam momen tersebut, Lapas Kelas IIA Warungkiara juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam pembinaan warga binaan. Di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Pendidikan melalui program Kejar Paket A, B, dan C, serta Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka. “Penghargaan ini diberikan karena mereka sangat memperhatikan kelanjutan program pembinaan di Lapas,” jelasnya.
Sementara itu, terkait program ketahanan pangan, Lapas Warungkiara terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, seluruh lahan seluas 7 hektare telah dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pertanian. “Kami sudah membuka kembali lahan seluas 3,5 hektare, sehingga total lahan yang dimanfaatkan menjadi 7 hektare,” ungkapnya.
Berbagai jenis tanaman telah dibudidayakan, di antaranya 2.500 pohon pisang, 4.000 tanaman cabai rawit, 4.000 tomat, serta 8.000 terong ungu dan terong bulat. Selain itu, juga ditanam komoditas lain seperti kacang panjang, timun, seledri, dan daun bawang. “Alhamdulillah semuanya sudah tertanam dan dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.
Program ketahanan pangan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. “Mudah-mudahan ini bisa mendukung program akselerasi pemerintah serta Asta Cita Presiden dalam mewujudkan ketahanan pangan,” pungkasnya.
(Herlan)








Komentar