CNG 3 Kg Mulai Diuji, Pemerintah Siapkan Pengganti LPG Subsidi yang Lebih Hemat dan Ramah Energi

Ekonomi & Bisnis750 Dilihat

Media Mabes Barindo.com

Pemerintah mulai menunjukkan keseriusannya dalam mencari pengganti LPG subsidi 3 kilogram dengan mengembangkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung berukuran kecil setara tabung melon. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi yang selama ini terus membebani anggaran negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa uji coba penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga akan dilakukan di dua negara, yakni China dan Indonesia. Pengujian tersebut difokuskan pada standar keamanan, kekuatan tabung, serta kesiapan teknologi sebelum nantinya digunakan secara luas oleh masyarakat.

Menurut Bahlil, China dipilih sebagai lokasi pengujian karena menjadi pusat produksi tabung dan teknologi pendukung CNG. Sementara Indonesia akan difokuskan sebagai lokasi pengembangan penerapan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat domestik.

“Pengujian dilakukan di dua tempat. Satu di China karena pabriknya ada di sana, dan satu lagi di Indonesia,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Meski masih terdengar baru di kalangan masyarakat umum, penggunaan CNG sebenarnya bukan hal asing di dunia industri. Selama ini gas alam terkompresi tersebut telah dimanfaatkan di hotel, restoran, hingga mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis. Namun penggunaannya masih memakai tabung berukuran besar.

Kini pemerintah mulai mengembangkan CNG dalam kemasan kecil setara LPG 3 kilogram agar lebih praktis digunakan rumah tangga. Tantangan utama dari program ini berada pada tekanan gas yang jauh lebih tinggi dibandingkan LPG biasa.

Bahlil menjelaskan, tekanan dalam tabung CNG bisa mencapai 200 hingga 250 bar sehingga diperlukan pengujian ketat demi memastikan keamanan penggunaannya. Pemerintah menegaskan tidak ingin mengambil risiko sebelum seluruh standar keselamatan benar-benar terpenuhi.

“Tekanannya sangat tinggi sehingga harus melalui pengujian yang benar-benar matang. Setelah aman dan lolos standar, baru akan disampaikan lebih lanjut kepada masyarakat,” jelasnya.

Pengembangan CNG dinilai sangat strategis karena seluruh bahan bakunya berasal dari sumber daya dalam negeri. Indonesia memiliki cadangan gas alam yang melimpah dan dinilai mampu menjadi solusi energi rumah tangga jangka panjang.

Bahkan pemerintah baru menemukan tambahan cadangan gas di wilayah Kalimantan Timur yang diperkirakan dapat memperkuat pasokan energi nasional. Dengan memanfaatkan gas domestik, ketergantungan terhadap impor LPG diharapkan dapat ditekan secara bertahap.

Selain mengurangi impor, penggunaan CNG juga dipandang mampu membantu efisiensi subsidi energi negara. Saat ini pemerintah masih mengkaji pola subsidi, sistem distribusi, hingga kebutuhan nasional apabila CNG nantinya benar-benar diterapkan sebagai pengganti LPG subsidi.

Kajian tersebut dilakukan lintas kementerian guna memastikan proses transisi energi berjalan aman, tepat sasaran, dan tidak memberatkan masyarakat kecil.

Langkah pengembangan CNG ukuran kecil ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mulai serius membangun sistem energi berbasis sumber daya domestik. Jika uji coba berhasil, Indonesia berpeluang memiliki alternatif energi rumah tangga baru yang lebih mandiri, efisien, dan mampu mengurangi tekanan impor migas di masa mendatang.

 

Reforter FR Mbs

Komentar