Jakarta || MABESBHARINDO.COM Dalam sebuah wawancara singkat namun penuh makna melalui sambungan seluler, tim redaksi mendapat kesempatan berbicara langsung dengan Teungku Muhammad Raju, CEO sekaligus Founder PSNCHAIN, yang saat ini sedang menikmati liburan bersama sebagian tim inti. Meski berada di luar kota, antusiasme dan semangat beliau dalam membangun ekosistem PSNCHAIN tetap tak terbendung
“Pak Raju, publik dikejutkan dengan kabar bahwa Anda memiliki 1.000.000 Token BLC yang nilainya kini mencapai Rp2,5 triliun. Bahkan dengan potensi harga menyentuh Rp25 juta, nilainya bisa menjadi Rp25 triliun. Apa yang sebenarnya ingin Anda tunjukkan kepada komunitas?”
“Pertama, saya ingin jelaskan bahwa kepemilikan tersebut bukan untuk saya jual atau saya cairkan. Saya sudah berkomitmen tidak akan menjual satu pun BLC selama 10 tahun. Tujuan saya sederhana: proyek ini harus berjalan tanpa gangguan. Saya ingin PSNCHAIN dan BLC menjadi aset jangka panjang yang memberi hasil terbaik bagi holder dan investor.”
Suara beliau terdengar tegas namun santai, ditemani suara angin dan tawa kecil tim yang sedang menikmati suasana libur
“Mengapa komitmen 10 tahun? Itu durasi yang sangat panjang untuk ukuran industri crypto.”
“Karena saya percaya proyek besar butuh fondasi besar. Kalau leader-nya sendiri ikut ambil keuntungan dari volatilitas, komunitas tidak akan merasa aman. Pada fase ini, saya bukan fokus pada kekayaan pribadi. Saya fokus pada keberhasilan ekosistem dan kesejahteraan seluruh holder.
“Para analis menilai supply BLC yang hanya 8.400.000 untuk publik membuat potensi kenaikan harga sangat tinggi. Bagaimana Anda melihat hal itu?”
“Betul. Supply kami memang kecil, dan sistem auto-increment serta limit-sell kami rancang untuk menciptakan grafik harga yang sehat, stabil, dan anti-dump. Semakin besar komunitasnya, semakin tinggi demand-nya. Itulah mengapa saya minta komunitas untuk tetap kompak dan menjaga ritme belanja, jangan transaksi serentak dalam jumlah besar
“Kami juga mendengar Anda memberikan 20% saham Lumadex.io kepada holder LUMA. Apa alasan di balik keputusan besar itu?”
“Saya ingin semua orang yang percaya dengan PSNCHAIN ikut merasakan hasilnya.
LUMA adalah aset kepemilikan atas exchange kami, Lumadex.io. Saya memberi 20% kepada komunitas karena saya ingin mereka bukan hanya sebagai pengguna—tapi pemilik. Jika Lumadex tumbuh besar, holder LUMA akan menikmati hasilnya secara langsung.”
“Terakhir, apa pesan Anda untuk semua holder BLC dan LUMA yang sedang mengikuti perkembangan PSNCHAIN?”
Suara beliau terdengar lebih lembut dan penuh harapan.
> “Saya berharap kita semua tetap kompak. Jaga harga, jaga komunikasi, jaga persatuan.
Ini bukan proyek saya pribadi. Ini perjalanan kita bersama.
Kalau komunitas kuat, ekosistem akan besar. Kalau ekosistem besar, semua orang akan menikmati hasilnya.”
Beliau menutup wawancara dengan tawa hangat, sambil mengatakan tim sedang bersiap untuk makan malam bersama—menandakan bahwa di balik proyek besar ini, ada manusia-manusia yang bekerja keras sekaligus menjaga kebersamaan.
Wawancara via seluler ini semakin menegaskan bahwa PSNCHAIN bukan sekadar proyek crypto biasa. Dengan komitmen 10 tahun tidak menjual BLC, transparansi wallet publik, serta distribusi saham Lumadex.io kepada komunitas, CEO PSNCHAIN sedang mendorong standar baru dalam industri blockchain Indonesia.
(Red)














Komentar