JAKARTA – Mabbesbharindo.Semangat menjaga persatuan di tengah keberagaman kembali digaungkan di jantung Jakarta Timur. Pada Selasa, 03 Februari 2026, warga RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, berkumpul untuk mengikuti kegiatan sosialisasi kebangsaan yang menghadirkan tokoh masyarakat sekaligus narasumber utama, H. Hasbiallah Ilyas, S.Ag.
Acara yang berlangsung khidmat ini mengangkat tema sentral yang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini: “Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara”.
Merawat Tenun Kebangsaan dari Lingkungan Terkecil
Dalam pemaparannya, H. Hasbiallah Ilyas menekankan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan yang tertulis di pita kaki burung Garuda, melainkan napas kehidupan bermasyarakat. Beliau mengajak warga RW 07 untuk terus memupuk rasa toleransi dan gotong royong tanpa memandang perbedaan latar belakang.
”Keberagaman adalah kekayaan terbesar bangsa kita. Di level RW inilah, implementasi nyata Bhinneka Tunggal Ika bermula—melalui kepedulian antar tetangga dan kerukunan yang terjaga,” ujar beliau di hadapan para tokoh masyarakat dan warga yang hadir.
Poin Penting dalam Sosialisasi:
Refleksi Historis: Mengingat kembali peran para pendiri bangsa dalam merumuskan persatuan di atas perbedaan suku, agama, dan ras.
Harmonisasi Sosial: Pentingnya menjaga komunikasi yang baik antarwarga untuk mencegah potensi konflik horizontal.
Peran Aktif Warga: Mengajak generasi muda di wilayah Jatinegara untuk menjadi agen pemersatu dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial.
Antusiasme Warga
Kehadiran H. Hasbiallah Ilyas disambut hangat oleh warga Cipinang Besar Selatan. Diskusi berlangsung interaktif, di mana warga berdialog langsung mengenai tantangan menjaga kerukunan di tengah dinamika kota Jakarta yang heterogen.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi kebangsaan di tingkat akar rumput, sehingga wilayah Jakarta Timur, khususnya Jatinegara, tetap menjadi cermin dari Indonesia yang damai, bersatu, dan berdaulat dalam keberagaman.








Komentar