PRJ Kemayoran Jakarta pusat Yang Kurang Bersahabat Dengan Para Awak Media

oleh

Kemayoran – Jakarta Pusat

Pekan raya Jakarta yang ada dikemayoran Jakarta pusat, teryata kurang bersahabat dengan para awak media yang ada diwilayah Jakarta pusat dan sekitarnya. Senin (20/06/2022).

Lagi rame perbicangan kawan kawan media yang ada disemua wilayah DKI Jakarta tentang adanya penolakan awak media yang ingin meliput kelokasi PRJ Kemayoran oleh oknum petugas TNI, tidak sampai disitu oknum petugas TNI juga mengatakan kalian media Bodong ngapain disini, 2 orang wartawati tidak boleh masuk di pintu geat 9 ke PRJ, sungguh perbuatan yang sangat memalukan bagi seorang mitra kerja bagi kawan kawan jurnalis. Terkait hal tersebut di atas langsung di respon oleh mayor yudho Fitrianto selaku Danramil 07 kemayoran , “saya atas nama anggota TNI yang bertugas di sini meminta maaf kepada rekan rekan jurnalis atas miss komunikasi yang terjadi antara wartawan dengan anggota yang bertugas” permohonan maaf juga di sampaikan secara langsung oleh oknum anggota TNI yang sempat berselisih faham di hadapan awak media. ” Saya minta maaf kepada seluruh rekan rekan media atas kesalahan ucapan saya pribadi.”
Permohonan maaf tersebut langsung di respon positif oleh para awak media yang hadir saat itu dan menyatakan permasalan tersebut sudah selesai di tandai dengan saling bersalam dan saling memaafkan.
Adi nur selaku OKK DPP FWJI di hadapan para awak media mengucapkan terima kasih kepada Danramil Kemayoran, Mayor yudho fitrianto yang telah memediasi sehingga miss komunikasi yang telah terjadi bisa cepat terselesaikan , ” Terima kasih pak Danramil atas upaya bapak yang telah memediasi kami, sehingga permasalahan ini bisa cepat terselesaikan , Terima kasih juga bapak dapat menyelesaikan permasalahan ini dalam suasana yang harmonis dan kekeluargaan.” Ujar Adi kepada Danramil Kemayoran.

Penolakan serupa juga sempat terjadi pada waktu yang berbeda dipintu *(geat 2)* 3 orang awak media dari Jakarta Utara, tidak boleh masuk dikarenakan jumlah wartawan sudah penuh yang mendaftar ucap felik – perwakilan media center dipintu *(Geat 2)* kepada 3 orang awak media yang dilarang masuk sama beliau. Jum at (16/06/2022).

*(Nency – Sarah)* mengatakan kepada kawan kawan yang berada disekretariat lintas pers DKI Jakarta, Lodan Center Ancol Pademangan Jakarta Utara, kami merasa dipermalukan dengan adanya penolakan kami ingin ikut serta dalam perayaan PRJ Kemayoran, kami ini Jurnalis kemana saja disemua tempat hiburan atau instansi terkait kami bisa masuk dan diterima dengan baik, kenapa majanement PRJ Kemayoran yang sekarang tidak bisa bersinergi dengan kami sebagai seorang jurnalis, kami yang mengabarkan berita tentang perkembangan yang ada disemua wilayah DKI Jakarta baik berita tentang Jaya Raya – TNI – Maupun Polri.” Ucapnya kepada rekan rekan Jurnalis lintas pers DKI Jakarta

*(Nency Dan Sarah)*
Juga meminta pihak PRJ untuk mengklarifikasi dan meminta maaf atas tindakan yang dilakukan oleh petugas yang mengatasnamakan bagian dari penerimaan awak media *(Wartawan)* beliau mengatakan bahwa kuota media sudah cukup dan tidak menerima pendaftaran awak media lagi buat liputan didalam PRJ Kemayoran, jelas ini sangat melanggar undang undang pers.” Ucapnya.

Ketika ditemui kawan kawan lintas pers Jakarta Utara, perwakilan media dipintu geat 2a mengatakan surat tugas jurnalis tidak berlaku untuk pintu masuk PRJ Kemayoran, harus melampirkan surat jalan untuk bisa masuk ke PRJ Kemayoran, pihak Perwakilan media dipintu geat 2a juga mengatakan untuk kuota wartawan sudah penuh yang mendaftar, jadi mohon maaf kalau kawan kawan tidak bisa masuk semuanya Ke PRJ Kemayoran saat ini, sungguh perlakuan yg tidak baik bagi kawan kawan jurnalis yang ada disemua wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.’ Senin, (20/06/2022). Ucap Bang Edo