Peletakan Batu Pertama Kampung Mubarakah, Langkah Nyata Pemulihan dan Harapan Baru Warga Terdampak Bencana Di Desa Cikadu

Pemerintahan731 Dilihat

Media MabesBharindo.com

Sukabumi – Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan progres nyata. Setelah melalui berbagai tahapan panjang, mulai dari penyiapan lahan hingga koordinasi lintas sektor, pembangunan hunian bagi warga terdampak pergerakan tanah di Palabuhanratu akhirnya resmi dimulai.

Momentum tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama Kampung Mubarakah yang berlokasi di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, pada Rabu (1/4/2026) oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar.

Peresmian ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini menantikan kepastian tempat tinggal yang layak.

Suasana haru dan penuh harapan terlihat dari warga yang hadir. Bagi mereka, pembangunan Kampung Mubarakah bukan hanya proyek pembangunan fisik, tetapi juga wujud kepedulian pemerintah yang akhirnya terealisasi setelah penantian panjang.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat penanggulangan bencana sekaligus mendorong pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kampung Mubarakah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar janji, tetapi aksi konkret,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa nama “Mubarakah” mengandung doa dan harapan agar kawasan tersebut menjadi lingkungan yang membawa keberkahan, ketenangan, serta semangat baru bagi para penyintas bencana.

“Kami ingin kampung ini tumbuh sebagai lingkungan yang nyaman, harmonis, dan menjadi awal kehidupan baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh pihak, baik perusahaan daerah, swasta, maupun elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam penyelesaian pembangunan hunian yang ditargetkan mencapai 100 unit.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan di atas lahan milik pemerintah daerah seluas 34.400 meter persegi.

Setiap rumah dirancang dengan konsep tahan gempa, mengusung arsitektur khas Sunda, serta menggunakan material ramah lingkungan seperti bambu dan kayu. Luas bangunan berkisar antara 36 hingga 60 meter persegi dengan nilai pembangunan sekitar Rp35 juta per unit.

Pembangunan Kampung Mubarakah direncanakan berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama pada April hingga Juni sebanyak 20 unit, tahap kedua Juli hingga September sebanyak 30 unit, dan tahap ketiga Oktober hingga Desember sebanyak 38 unit. Total sebanyak 86 unit ditargetkan selesai pada tahun ini.

Proses pembangunan melibatkan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi sebagai pelaksana konstruksi, dengan partisipasi aktif warga yang turut membantu sebagai tenaga harian secara sukarela.

Salah satu penerima manfaat, Hasyim, menyampaikan rasa syukur dan dukungan atas program tersebut. Ia bersama warga lainnya berkomitmen menjaga dan memanfaatkan hunian tersebut dengan baik.

“Kami siap membangun kehidupan yang lebih baik dan menjaga lingkungan ini agar tetap harmonis,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, acara juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada para donatur, penyerahan dokumen kependudukan kepada penerima manfaat, serta penyerahan mandat kerja dari pemerintah daerah kepada Kodim 0622.

Pembangunan Kampung Mubarakah diharapkan tidak hanya menjadi solusi hunian, tetapi juga berkembang sebagai potensi desa baru yang mandiri, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.

 

Reforter FR

Komentar