LSM Garda Wengker Bersama Warga Lingkungan Gelar Pentas Budaya Kerawitan (Cokekan) Dalam Rangka HUT RI KE-81

Daerah50 Dilihat

Mabesbharindo.com.Ponorogo.

PONOROGO – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Wengker bersinergi erat dengan warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, sukses menggelar pertunjukan seni tradisional Gelar Budaya Cokekan Jayeng Bah Wono Dari Desa Kunti Sampung. Bertempat di Kantor GARDA WENGKER Desa Winong, Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh ratusan warga setempat, tokoh masyarakat, serta pengurus LSM Garda Wengker dan teman – teman media Kolaborasi ini sengaja dikemas untuk menghidupkan kembali eksistensi musik karawitan klasik (cokekan) sekaligus memupuk tali silaturahmi serta semangat gotong royong antarwarga di momen kemerdekaan.

“Di sisi lain juga hadir Hari Bara ketua Grib Jaya Ponorogo yang sangat mengapresiasi atas kegiatan yang di selenggarakan oleh LSM Garda Wengker,mudah – mudahan di tahun yang akan datang tambah meriah lagi acaranya” tandasnya

Pimpinan LSM Garda Wengker, Aang Parianto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian lembaga terhadap pelestarian kebudayaan lokal di tengah gempuran modernisasi

“Melalui momentum kemerdekaan RI ke-81 ini, kami ingin membangun sinergi yang positif dengan masyarakat. Seni Cokekan bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan warisan leluhur yang sarat akan nilai-nilai luhur, kebersamaan, dan keharmonisan sosial yang harus terus kita jaga,” ujar Aang dalam sambutannya. Sabtu malam, (12/09/2026).

Sementara itu, perwakilan tokoh masyarakat Jetis menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LSM Garda Wengker atas inisiatif dan dukungannya. Sinergi ini dinilai mampu memberikan warna baru yang positif dalam perayaan agustusan di wilayah Jetis, yang secara historis memiliki kedekatan erat dengan asal-usul tanah Wengker.

Alunan musik dari instrumen siter, kendhang, slenthem, dan seruling, berpadu apik dengan suara merdu sinden, sukses menghibur dan membawa suasana gayeng (hangat) di sepanjang acara. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemajuan masyarakat Kabupaten Ponorogo.(HR/Red)

Komentar