Mabesbharindo
Jakarta Pusat – Sekitar 500 petani tebu yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) menggelar aksi unjuk rasa di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan petani tebu.
Massa tiba di kawasan Parkir IRTI Monas sekitar pukul 06.15 WIB sebelum bergerak menuju Silang Selatan Monas pukul 09.17 WIB. Setibanya di lokasi, massa langsung menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian menggunakan pengeras suara.
Salah satu tuntutan utama massa yakni meminta harga pembelian pemerintah (HPP) gula petani dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram. Mereka juga meminta HET gula dihapus, rendemen tebu minimal 8 persen, serta menghentikan impor gula konsumsi.
Berbagai alat peraga turut dibawa dalam aksi, mulai dari spanduk, poster, bendera DPN APTRI, bendera Merah Putih, payung, kursi hingga sejumlah ikatan batang tebu. Massa juga membawa sekitar 15 bus pariwisata.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan aksi tersebut.
“Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Tugas kami adalah memberikan pelayanan dan pengamanan agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, tertib, dan damai,” kata Reynold.
Polisi juga mengimbau massa aksi menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar lokasi.
“Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Sebanyak 524 personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pelayanan aksi. Hingga saat ini, kegiatan unjuk rasa masih berlangsung dan situasi di Silang Selatan Monas terpantau kondusif.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)












Komentar