Truk Pengangkut LPG 3 Kg Terbakar di Cibarengkok, SOP SPBE Disorot Tajam.

Daerah249 Dilihat

Media mabes bharindo Com

Sukabumi – Kepanikan melanda warga Cibarengkok, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, saat sebuah truk pengangkut LPG 3 kilogram tiba-tiba dilalap api pada Kamis (26/03/2026) sore. Kobaran api yang cepat membesar diduga berasal dari kebocoran salah satu tabung gas dalam muatan.

Truk milik PT Energi Berkat Cemerlang itu nyaris hangus di bagian bodi, sementara sebagian tabung LPG yang diangkut ikut terbakar. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut sempat panik, khawatir terjadi ledakan susulan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kerugian materi ditaksir cukup besar.

Dugaan Kebocoran Tabung Jadi Pemicu

Informasi yang dihimpun menyebutkan, api berasal dari kebocoran gas LPG di dalam bak truk. Gas yang mudah terbakar itu dengan cepat tersulut, memicu kobaran api yang sulit dikendalikan.

Seharusnya, setiap tabung LPG yang akan didistribusikan telah melalui proses pemeriksaan ketat. Namun fakta di lapangan justru memunculkan pertanyaan besar.

Pengakuan Mengejutkan: SOP Tak Dijalankan

Sorotan tajam mengarah pada Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Energi Berkat Cemerlang (EBC), yang diduga menjadi lokasi pengisian tabung.

Chief mekanik Edi dari PT Energi Berkat Cemerlang mengungkapkan kepada awak media bahwa proses pengecekan tidak selalu dilakukan secara menyeluruh.

“Kadang-kadang mobil dites, kadang tidak satu per satu. Misalnya lima mobil sekaligus, tidak semuanya dicek. Soalnya prosesnya lama, dan tempatnya juga terbatas,” ujarnya

Lebih mengejutkan lagi, pihak manajemen SPBE disebut mengakui bahwa metode water bath test uji kebocoran dengan pencelupan tabung ke dalam air tidak dijalankan secara rutin.

Alasannya? Proses dianggap memperlambat distribusi ke agen.

SOP Diabaikan, Nyawa Dipertaruhkan

Padahal, dalam aturan resmi seperti:

Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009

Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2018

Standar operasional PT Pertamina (Persero)

setiap tabung LPG WAJIB melalui:

Pemeriksaan visual

Uji kebocoran (water bath test)

Pemeriksaan katup dan segel

Penyortiran tabung tidak layak

Kelalaian dalam proses ini bukan sekadar pelanggaran administratif melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik.

Alarm Keras untuk Pengawasan Distribusi LPG

Insiden ini menjadi alarm keras bagi sistem distribusi LPG bersubsidi. Jika benar SOP diabaikan demi kecepatan distribusi, maka risiko serupa bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Pengamat keselamatan energi menilai, kelalaian di tahap awal seperti ini adalah “bom waktu” yang bisa berujung tragedi besar.

Desakan Investigasi Menyeluruh

Publik kini menunggu langkah tegas dari pihak berwenang. Investigasi menyeluruh dinilai penting untuk:

Mengungkap penyebab pasti kebakaran

Menelusuri dugaan pelanggaran SOP

Mengevaluasi pengawasan SPPBE

Jika terbukti lalai, sanksi tegas harus dijatuhkan.

 

 

Reporter Sony Sadikin mabes bharindo melaporkan

Komentar