oleh

Peringati Hari Hutan Sedunia, Idfos Indonesia Tanam 10 Ribu Pohon di Bojonegoro dan Tuban

-Daerah-54 Dilihat

JATIM l MABESBHARINDO.COM.

BOJONEGOROPenebangan hutan liar (Deforestasi) di Indonesia terjadi secara masif, hingga mengakibatkan menyusutnya luasan hutan di setiap tahun kurang lebih 462,4 ribu hektar ( Angka Deforestasi BPS 2019).

Lebih penting lagi, kondisi hutan di Jawa Timur cukup menjadi perhatian, dikarenakan dengan jumlah penduduk terbesar kedua, serta jumlah penduduk miskin terbanyak memberikan potensi peningkatan deforestasi setiap tahunnya.

Dari catatan BPS sebanyak 5,8 ribu hektar hutan di Jawa Timur berkurang pada tahun 2019, walaupun angka ini turun 34% dari deforestasi tahun sebelumnya, namun terjadi peningkatan pada deforestasi di dalam kawasan hutan sebesar 50%.

” Jika hal tersebut terus berlanjut, umur hutan di Indonesia tidak akan lebih dari 2 abad,” tutur koordinator Aksi Gelar #2 IDFOS Indonesia, Siti Nurhidayah, Minggu (21/3/2021).

Selain itu, dampak yang diperlihatkan alam sudah mulai terlihat, seperti cuaca ekstrim, kekeringan, longsor, banjir bandang dan lain-lain. Dengan situasi tersebut totalitas komitmen untuk melestarian hutan sangat perlu untuk terus ditingkatkan.

Pantauan Global Forest Watch tentang hilangnya tutupan hutan di Wilayah Bojonegoro dari tahun 2001 hingga tahun 2019 tutupan pohon menyusut sebanyak 3.270 Ha. Dan Yang terparah pada tahun 2011, tutupan pohon menyusut 713 Ha.

Hal tersebut lebih parah dibandingkan tahun 2019 tutupan pohon menyusut 403 Ha. Deforestasi yang terjadi tersebut menyebabkan terjadinya dampak negatif berupa bencana alam banjir bandang, erosi, hingga tanah longsor.

Dalam rangka Hari Hutan Sedunia 21 Maret, Aksi GELAR#2 (Gerakan Lestari Alam Raya) kembali dilakukan di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.

Kali ini terdapat 67 organisasi atau komunitas yang tergabung dalam aksi tersebut. Hari Hutan Sedunia 21 Maret menjadi momentum menggerakkan kembali spirit melestarikan llingkungan

“Dalam aksi ini, penanaman pohon dilakukan di 17 titik lokasi yang berada diwilayah Bojonegoro dan Tuban,” imbuhnya.

Ada sekitar 10.000 tanaman (sirsak, jambu, nangka, mangrove trembesi, sengon, tabebuya, alpukat, mahoni, gayam) telah didistribusikan dimasing-masing titik lokasi penanaman.

Penanaman utama dilakukan di kawasan hutan tepatnya di Wilayah Kawasan PerlindunganSetempat (KPS) Petak 1 KRPH Ngunut BKPH Dander Kabupaten Bojonegoro dan di kawasan-kawasan lainnya seperti di bantaran sungai bengawan solo, kawasan konservasi sumber mata air, sendang, embung, dan fasilitas publik lainnya.

Aksi GELAR#2 dilakukan secara sukarela dan bersama-sama sebagai bentuk kampanye sekaligus contoh gerakan serentak oleh masyarakat dan sukarelawan.

Kegiatan Aksi GELAR#2 diikuti oleh lebih dari 2.000 relawan Bojonegoro -Tuban yang terdiri dari berbagai lapisan unsur masyarakat mulai dari organisasi atau komunitas, Karangtaruna, Pemdes, masyakarat sekitar hingga masyarakat umum.

Dengan dilakukannya Aksi GELAR#2 harapannya dapat memperbaiki kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar akan pentingnya merawat bumi agar tetap llestari

“Selain itu juga bertujuan untuk mengurangi atau menghapus dampak negatif dari deforestasi yang terjadi,” pungkasnya. ( Jayadi Mashuri)


Komentar