Pontianak- KalBar. Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) meresmikan Gedung LAKI Centre sebagai pusat konsolidasi gerakan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Peresmian yang digelar meriah pada Rabu (27/8/2025) ini menjadi tonggak penting penguatan komitmen bersama menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Ketua Umum LAKI, Burhanudin Abdullah, dalam sambutannya menegaskan bahwa berdirinya LAKI Centre bukan sekadar penambahan fasilitas organisasi, melainkan simbol perjuangan rakyat untuk Indonesia yang bebas dari praktik korupsi.
“Gedung ini bukan hanya sekadar kantor, melainkan rumah perjuangan rakyat untuk Indonesia yang lebih bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Dari sini akan lahir gagasan, riset, dan kader-kader perjuangan antikorupsi yang militan,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Peresmian tersebut juga dirangkaikan dengan Diskusi Nasional bertema “Penguatan Pencapaian Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto Menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka 1945–2045.”
Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, akademisi, praktisi hukum, serta aktivis masyarakat sipil. Mereka membahas strategi komprehensif dalam pemberantasan korupsi, termasuk reformasi regulasi, penguatan penegakan hukum, dan peran masyarakat dalam mendorong transparansi serta akuntabilitas publik.
LAKI menegaskan bahwa LAKI Centre akan menjadi pusat koordinasi, pendidikan, dan pengembangan gerakan antikorupsi yang progresif. Gedung ini juga diharapkan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengawasan serta pengawalan program pembangunan nasional.
“Dengan diresmikannya LAKI Centre, kita ingin menggerakkan semangat kolektif rakyat Indonesia untuk bersama-sama mengawal cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045,” tambah Burhanudin.
Peresmian ini sekaligus menandai tekad LAKI untuk terus berada di garda terdepan dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih adil, berintegritas, dan terbebas dari belenggu korupsi.
Red. Sri Sundari
Komentar