Pangdam XII/Tpr: Penanganan Karhutla Kalbar Terus Membaik, Titik Api Turun

Uncategorized20 Dilihat

 

MABESBHARINDO.COM

Pontianak — Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penuh penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan resmi di Mako Satrol Kodaeral XII Pontianak, Senin (14/9/2026).

 

Pangdam Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan bahwa Kodam XII/Tpr merupakan bagian aktif dari Satgas Tanggap Darurat Karhutla yang dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Barat. Untuk menanggulangi titik api yang tersebar di berbagai kabupaten, pihaknya telah mengerahkan ribuan personel gabungan.

 

“Kami sudah mengerahkan sekitar 6.000 personel, baik organik maupun BKO (Bawah Komando Operasi) dari luar Kodam XII/Tpr. Seluruh personel telah disebar ke berbagai kabupaten di Kalimantan Barat untuk melakukan pemadaman darat,” ujar Pangdam.

 

Pangdam menjelaskan, kendati tantangan di lapangan cukup berat akibat kondisi tanah gambut yang luas, suhu udara panas, serta angin kencang, tren penurunan titik api (hotspot) mulai terlihat. Pemadaman dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan pengeboman air (water bombing) menggunakan helikopter.

Selain pemadaman teknis, Kodam XII/Tpr juga menerjunkan tim penyuluh untuk memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat serta pihak korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

 

Dalam penanganan Karhutla ini, TNI berkolaborasi erat dengan berbagai pihak, termasuk jajaran Polri, Satgas Udara (Lanud), Kodaeral XII, BPBD, BMKG, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

Terkait dukungan internasional, Pangdam mengonfirmasi keberadaan kapal dari Japan Self-Defense Forces (JSDF) jenis Landing Ship Tank (LST) yang saat ini bersandar di Pelabuhan Kijing. Kapal tersebut membawa helikopter untuk mendampingi serta mendukung operasi pemadaman.

 

“Kodaeral XII memfasilitasi akses sandar untuk kapal dari negara sahabat tersebut di Pelabuhan Kijing. Saat ini peralatan helikopter penunjang sedang dalam proses perakitan (assembling) dan pengecekan kesiapan sebelum diuji coba,” jelasnya.

 

Menanggapi kendala operasional udara dalam beberapa hari terakhir, Pangdam mengungkapkan bahwa faktor jarak pandang (visibility) yang pendek akibat kabut asap menjadi pertimbangan utama demi keselamatan penerbangan, sehingga uji rute dan penerbangan latihan sempat ditangguhkan sementara.

 

Pangdam XII/Tpr berharap melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, serta dukungan fasilitas udara, bencana Karhutla di Kalimantan Barat dapat segera teratasi secara maksimal. (Pendam XII/Tpr)

 

Red./Sri Sundari.

Komentar