MABES BHARINDO.COM. Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Kapolres Belitung Timur AKBP Dr. Husni Tamrin, S.T., S.H., M.Hum. melaksanakan pertemuan dan dialog bersama Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Penambang Timah Belitung Timur pada Senin (3/8/2026) pukul 16.30 WIB di Pondok Kopi & Resto.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur Fezzi Uktolseja, Kasat Intelkam Polres Belitung Timur AKP Al Faizun, S.H., Korlap Aliansi Penambang Timah Kecamatan Gantung Dadang, Korlap Kecamatan Damar Ade Wartha, Wasprod PT Timah Okta Pratomo, serta perwakilan media.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dialog yang konstruktif. Berbagai aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan Aliansi Penambang Timah Belitung Timur dibahas bersama guna mencari solusi terbaik melalui komunikasi dan musyawarah.
Dalam pertemuan tersebut, pihak PT Timah menyampaikan bahwa harga pembelian bijih timah di wilayah Kabupaten Belitung Timur ditetapkan sebesar Rp170.000 per kilogram untuk SN 72 yang berlaku di delapan stasiun pengepul di Kabupaten Belitung Timur.
Menanggapi hal tersebut, Korlap Aliansi Penambang Timah Belitung Timur, Ade Wartha dan Dadang, menyampaikan bahwa dengan telah terpenuhinya tuntutan yang diajukan, rencana aksi unjuk rasa yang semula dijadwalkan pada Rabu, 5 Agustus 2026, resmi dibatalkan. Korlap juga menegaskan bahwa pembatalan aksi tersebut murni karena tuntutan telah dipenuhi melalui hasil dialog dan musyawarah, bukan karena adanya tekanan dari pihak mana pun.
Kapolres Belitung Timur AKBP Dr. Husni Tamrin, S.T., S.H., M.Hum. menyampaikan apresiasi kepada seluruh koordinator lapangan dan masyarakat yang telah mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh koordinator lapangan maupun perwakilan masyarakat yang telah mengedepankan konsolidasi serta menyampaikan aspirasi dengan cara yang aman, tertib, dan kondusif. Kesepakatan untuk membatalkan rencana aksi unjuk rasa merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen kita bersama dalam membangun komunikasi yang baik.
Keputusan ini menunjukkan bahwa masyarakat Belitung Timur telah memahami makna demokrasi yang sesungguhnya, yaitu menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab dan mengutamakan dialog serta musyawarah untuk mencapai mufakat. Rencana aksi yang sebelumnya direncanakan akan dilaksanakan di Kantor DPRD, Kantor Bupati, maupun PT Timah akhirnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa harus turun ke jalan.
Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Hal ini menjadi bukti kedewasaan masyarakat Belitung Timur dalam berdemokrasi. Semoga ke depan semangat dialog, kebersamaan, dan musyawarah untuk mencapai mufakat terus menjadi budaya kita dalam menyelesaikan setiap persoalan, sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Belitung Timur tetap terjaga,” ujar Kapolres.
Melalui pertemuan tersebut, Polres Belitung Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan musyawarah dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Belitung Timur.(edi mbs).








Komentar