Gas LPG 3 Kg Langka di Cianjur, Warga Menjerit Harga lebihi dari HET

Daerah1488 Dilihat

Media Mabes Bharindo com

Kelangkaan LPG 3 kilogram di wilayah Cianjur mulai dirasakan masyarakat pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Keterbatasan pasokan gas bersubsidi tersebut memicu kenaikan harga yang cukup signifikan, bahkan mencapai Rp35 ribu per tabung di tingkat pengecer.

Kondisi ini, yang dikutip dari salah satu media Time Cianjur, telah berlangsung sejak sehari menjelang Lebaran hingga beberapa hari setelahnya. Warga, baik di kawasan selatan maupun wilayah perkotaan, mengaku kesulitan memperoleh LPG untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Diduga, terbatasnya stok di pangkalan resmi menjadi salah satu faktor utama melonjaknya harga di tingkat pengecer. Di tengah meningkatnya permintaan, sejumlah penjual memanfaatkan situasi dengan menjual gas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, warga bahkan harus mencari LPG hingga ke luar daerah karena stok di lingkungan sekitar habis. Evi Lokawi (46) mengungkapkan, kelangkaan sudah terasa sejak sebelum hari raya.

“Sejak H-1 Lebaran gas sudah sulit dicari. Kalaupun ada, harganya bisa sampai Rp35 ribu di warung pengecer. Itu juga belum termasuk ongkos ojek karena harus mencari ke tempat yang jauh. Kami sangat kesulitan untuk kebutuhan memasak,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Hal serupa juga dialami warga di kawasan perkotaan. Di Kecamatan Cilaku, keterbatasan pasokan membuat warga harus berburu gas hingga ke kecamatan lain. Emak Entin (57), warga BTN Pepabri, Desa Sukasari, mengaku terpaksa membeli LPG ke wilayah Maleber, Kecamatan Karangtengah.

“Saya harus beli ke Maleber, harganya Rp26 ribu per tabung. Mau tidak mau tetap dibeli karena sangat dibutuhkan untuk memasak saat Lebaran. Di sekitar rumah benar-benar kosong,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan distribusi LPG bersubsidi di lapangan belum merata, terutama di pangkalan kecil yang berada di wilayah pedesaan.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menyatakan bahwa penyaluran LPG 3 kilogram tetap berjalan sesuai kuota yang telah ditetapkan. Area Manager Communication, Relations & CSR, Susanto August Satria, menyebutkan bahwa pihaknya telah menambah pasokan guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Idulfitri.

“Penambahan pasokan sudah kami lakukan sebelum Lebaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Distribusi energi bersubsidi tetap berjalan normal dan kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait agar penyaluran di lapangan berjalan lancar,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG di pangkalan resmi supaya mendapatkan harga sesuai ketentuan. Namun, di lapangan banyak pangkalan dilaporkan kehabisan stok, sehingga masyarakat terpaksa membeli di pengecer dengan harga yang lebih tinggi.

 

Reforter FR Mbs

Komentar