oleh

Exspedisi Hantu Pelabuhan Tikus, diKolong Karimun

MABES BHARINDO | Kepri, Karimun, Tanjung balai Karimun merupakan pusat industri dan perdagangan tidak jauh dari negara tetangga Malaysia dan Singapura seperti berapa tempat ada jalur pelabuhan tikus dikalong kelurahan lakam kecamatan sungai kabupaten Karimun.

Aktivitas kegiatan terdapat bongkar muat di pelabuhan tikus sering di namakan pelabuhan rakyat kegiatan itu masih berlangsung ada dugaan pengiriman barang ke pekan baru dan Pontianak. Aktivitas di pelabuhan tikus dan pelabuhan rakyat tersebut menjadi tempat para mafia penyeludupan menghindari pajak sampai sekarang masih berlanjut yang tidak jauh dari kantor BEA dan CUKAI.

Anehnya Lagi padahal sampai saat ini di tanjung balai Karimun sendiri belum ada pelabuhan resmi untuk kegiatan bongkar muat barang impor dan ekspor. untuk pelabuhan dengan status kawasan pabean hanya pelabuhan roro parit rempak dan pelabuhan penumpang taman bunga dengan lay out lama sebelum renovasi.

Dari pantauan awak media yang bergerak di lapangan, pelabuhan sungai lakam menemukan kegiatan Bongkar Muat berapa barang seperti tong air plastik, kasur bekas, alat elektronik dan sofa kursi kebanyakan barang bekas ada juga motor, pemain barang – barang bekas diDuga adanya barang dari luar negeri selalu memanfaatkan masyarakat Tempatan sebagai perkerja, tukang angkat pelabuhan, dan untuk mengangkut barang dari mobil ke kapal. agar tidak terendus media dan Aparat Penegak Hukum di wilayah tersebut.

Tim awak media kemudian mencoba menanyakan kepada perwakil dari salah satu perkerja yang menyatakan semua barang milik orang lain, kami cuma perkerja aja pak ” yang tidak mau tau apa isi dalam bungkusan atau kardus ucapanya tidak mau disebutkan namanya,”

mengatakan” kami ini hanya buruh angkat barang, kalau mengenai isi dalam kardus kami tidak mengetahui dan masalah dokumen barang, kami tidak mau tau, yang penting kami ada pekerjaan ucapannya UC (inisial) 20/9/2022

Lokasi sebelah menyatakan Inisial BY sebagai kapten kapal barang barang ini mau bawa ke pekan baru, yang punya barang tinggal dekat pelabuhan tapi namanya kami tidak tahu. Kalau kapal depan itu memang tujuan Pontianak nama kaptennya pak bambang” ucapan.

Hasil penelusuran di lapangan, barang – barang yang diangkut diduga non cukai, barang balpress ( barang seken Singapura ) dan banyak macam barang lainnya yang tidak memiliki dokumen resmi dari BEA dan CUKAI.

tim menghubungi pemilik Pelabuhan yang bernama santo di kalong , beliau menjelaskan kalau masalah pemilik barang yang punya saya’ tidak tahu, memang pelabuhan milik saya, coba tanya di kapal siapa pemilik barangnya lalu telpon selular di matikan’katanya. 20/9/2022

P2 BEA dan CUKAI pak IQBAL menjelaskan Ada info apa bang? Kalau ada info2 bisa ke Bobby langsung, kalau untuk pemberitaan silakan langsung ke seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi ya bang 22/9

Tim media bergerak kantor BEA dan CUKAI menjumpai KASI HUMAS BEA dan CUKAI belum ada jawaban klarifikasi ,nanti kami lanjutkan tahap penyidikan ucapnya KASI HUMAS BEA dan CUKAI saat pertemuan di ruang kerjanya 22/9/2022.

MABES BHARINDO Wakaperwil 1 Kepri Hirmawansyah

Komentar