Media Mabes Bharindo com
Sukabumi – Musibah kebakaran yang merenggut nyawa Elin (33) di Kampung Cibodas, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Namun, di tengah kepedihan itu, muncul secercah harapan melalui aksi kemanusiaan seorang anggota kepolisian yang memilih tetap anonim.
Tanpa diketahui identitas maupun asal kesatuannya, polisi tersebut hadir membantu keluarga korban saat mereka berada dalam kondisi paling sulit, terutama ketika mengupayakan pengobatan Muhammad Arya (3,5), putra Elin yang berhasil selamat meski mengalami luka bakar.
Deris (26), adik ipar almarhumah Elin, mengisahkan bahwa keluarganya sempat mengalami kebingungan saat mendampingi Arya di rumah sakit. Sejak pagi hingga malam hari, mereka belum memperoleh kepastian mengenai penanganan medis maupun rumah sakit rujukan bagi balita tersebut.
“Kami menunggu dari sekitar pukul 10 pagi sampai pukul 10 malam. Saat itu belum ada kejelasan Arya akan dirawat di mana dan bagaimana penanganannya,” ujar Deris saat ditemui wartawan, Selasa (7/7/2026).
Di tengah ketidakpastian tersebut, Deris menerima telepon dari seseorang yang mengaku memperoleh nomor kontaknya melalui seorang juru parkir rumah sakit. Orang itu kemudian menyarankan agar Arya segera dirujuk ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi agar mendapatkan pelayanan yang lebih maksimal sekaligus memudahkan keluarga dalam mendampinginya.
Sesampainya di rumah sakit tujuan, keluarga kembali dibuat terkejut. Arya langsung ditempatkan di ruang perawatan VIP tanpa mereka pernah meminta fasilitas tersebut.
“Saya benar-benar tidak menyangka. Saya bahkan tidak mengenal siapa beliau. Yang saya tahu hanya beliau anggota kepolisian. Tiba-tiba Arya langsung mendapatkan ruang VIP,” tutur Deris.
Kepedulian polisi tersebut tidak berhenti pada proses rujukan dan fasilitas perawatan. Selama Arya menjalani pengobatan, seluruh kebutuhan balita maupun keluarga yang menunggu di rumah sakit turut dipenuhi.
Mulai dari makanan sehari-hari, susu favorit Arya, popok, camilan, hingga kebutuhan konsumsi keluarga disediakan tanpa pernah meminta imbalan sedikit pun.
“Semua kebutuhan kami dipenuhi. Makanan keluarga, pampers, susu kesukaan Dede, sosis sampai makanan ringan juga selalu disiapkan,” kata Deris.
Lebih dari itu, kepedulian sang polisi ternyata berlanjut setelah mengetahui kondisi keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Menurut Deris, anggota kepolisian tersebut menyampaikan komitmennya untuk membantu membangun kembali rumah yang hangus dilalap api. Ia juga berencana memberikan modal usaha kepada ayah Arya, Lalal, agar tidak lagi harus merantau ke Sulawesi demi mencari nafkah dan dapat lebih fokus merawat putranya di kampung halaman.
“Beliau ingin membantu membangun kembali rumah kami. Bahkan ayah Arya juga akan diberikan modal usaha supaya bisa bekerja di Cibodas dan tetap mendampingi anaknya,” ungkap Deris.
Sebagai langkah awal, proses pembersihan puing-puing rumah yang terbakar pun mulai dilakukan untuk mempersiapkan pembangunan kembali tempat tinggal keluarga tersebut.
Meski telah memberikan bantuan yang begitu besar, anggota kepolisian itu tetap memilih merahasiakan identitasnya. Ia menolak memperkenalkan diri maupun menyebutkan dari kesatuan mana dirinya bertugas.
Bagi keluarga korban, kebaikan yang diberikan sosok polisi tanpa nama itu menjadi penguat di tengah musibah yang begitu berat.
“Rasa terima kasih kami sudah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Saya sampai menangis karena sangat terharu. Insyaallah, di balik musibah ini pasti Allah memberikan hikmah,” ucap Deris dengan mata berkaca-kaca.
Kronologi Kebakaran
Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Kampung Cibodas RT 014/RW 008, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu, 4 Juli 2026 sekitar pukul 10.30 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, Elin (33) meninggal dunia setelah terjebak di dalam kobaran api, sementara putranya, Muhammad Arya, berhasil diselamatkan meski mengalami luka bakar.
Kepala Desa Cibodas, Ibadullah Muchtar, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu ledakan kompor gas saat korban sedang memasak. Api kemudian dengan cepat membesar setelah menyambar kios penjualan bensin yang berada di dekat rumah, sehingga menghanguskan bangunan dalam waktu singkat.
Reforter FR Mbs








Komentar