Media Mabes Bharindo com
SUKABUMI – Persoalan trayek Angkutan Kota (Angkot) 09 kembali menjadi perhatian setelah muncul berbagai keluhan, bukan hanya dari para pengemudi, tetapi juga dari masyarakat pengguna jasa transportasi.
Sejumlah penumpang mengaku mengalami hambatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari karena keterbatasan lintasan Angkot 09 yang tidak lagi melayani perjalanan hingga wilayah Labora. Kondisi tersebut dirasakan cukup menyulitkan, terutama bagi masyarakat yang setiap hari harus bepergian untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas lainnya.
Keluhan datang dari penumpang yang beraktivitas di sejumlah rumah sakit, perkantoran, sekolah, hingga para pegawai perusahaan swasta yang membutuhkan akses transportasi menuju wilayah tersebut. Mereka berharap adanya kemudahan akses angkutan umum sehingga perjalanan menuju tempat kerja, sekolah maupun fasilitas pelayanan publik dapat berlangsung lebih mudah dan efisien.
Di sisi lain, keterbatasan lintasan tersebut juga turut berdampak terhadap pendapatan para pengemudi Angkot 09. Berkurangnya jangkauan pelayanan dinilai membuat jumlah penumpang dan penghasilan para sopir ikut mengalami penurunan.
Melihat kondisi tersebut, Pembina Organisasi Pengemudi Angkot Oakley Community, Dede Supriadi yang akrab disapa Bung Pocong, kemudian mengambil inisiatif untuk mempertemukan sejumlah organisasi pengemudi Angkot 09.
Pertemuan yang berlangsung di Pos Oakley itu menjadi ruang untuk menyatukan pandangan sekaligus membahas berbagai persoalan yang dihadapi pengemudi dan penumpang, khususnya mengenai harapan agar Angkot 09 dapat kembali melintas hingga Labora pada Sabtu (08/08/3026)
Bung Pocong mengatakan, aspirasi tersebut muncul dari kondisi nyata yang dirasakan para pengemudi maupun masyarakat pengguna angkutan umum.
“Kami banyak menerima keluhan, baik dari pengemudi maupun penumpang. Pengemudi mengeluhkan pendapatan yang menurun, sementara penumpang juga kesulitan ketika harus beraktivitas ke rumah sakit, perkantoran, sekolah maupun tempat kerja di wilayah Labora. Karena itu, kami mencoba duduk bersama untuk mencari jalan terbaik,” ujar Bung Pocong.
Menurutnya, persoalan transportasi tidak hanya menyangkut kepentingan pengemudi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ia berharap komunikasi dan musyawarah yang dilakukan bersama seluruh organisasi pengemudi dapat menjadi langkah awal untuk mencari solusi yang memberikan manfaat bagi semua pihak.
Gayung bersambut, seluruh pengurus organisasi pengemudi yang hadir dalam pertemuan tersebut akhirnya menyatakan sepakat untuk memperjuangkan agar Angkot 09 kembali diperbolehkan melintas hingga Labora.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil penting dari pertemuan yang diinisiasi Bung Pocong. Para pengemudi berharap kembalinya lintasan hingga Labora dapat membuka kembali akses penumpang sekaligus membantu meningkatkan pendapatan para sopir.
Bung Pocong menegaskan bahwa persatuan, komunikasi dan musyawarah menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan transportasi yang terjadi di lapangan.
“Yang terpenting kita bisa duduk bersama, menyampaikan aspirasi dan mencari solusi. Semua organisasi pengemudi yang hadir sepakat untuk memperjuangkan agar Angkot 09 bisa kembali melintas sampai Labora,” katanya.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, para pengemudi berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. Mereka juga berharap keputusan mengenai lintasan Angkot 09 nantinya dapat mempertimbangkan kepentingan pengemudi sekaligus kebutuhan masyarakat pengguna angkutan umum.
Pertemuan di Pos Oakley tersebut pun menjadi momentum untuk mempererat solidaritas antarpengemudi Angkot 09. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan transportasi dapat dibicarakan melalui komunikasi terbuka, musyawarah dan semangat mencari solusi bersama.
Reporter: FR MBS














Komentar