Anggota DPR RI Drs Supriyanto Buka Sekolah Lapang Iklim Tematik BMKG di Ponorogo

Daerah94 Dilihat

Mabes Bharindo Com Ponorogo

PONOROGO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Jawa Timur pada hari ini. Kegiatan yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai penyesuaian iklim di sektor pertanian ini dilaksanakan di Rumah Makan Sego Tempong, Desa Patik, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sabtu, (26/09/2026).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Jawa Timur, Anung Suprayitno, S.Si., M.Ling.,Dalam sambutannya, memaparkan materi-materi dasar hingga materi lanjutan yang akan diberikan kepada para peserta selama pelatihan berlangsung. Ia berharap bekal ilmu mengenai pemahaman cuaca dan iklim ini dapat diterapkan secara konkret

“Semoga materi yang kami berikan ini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian di tengah ketidakpastian iklim saat ini,” ujarnya.

Sekolah Lapang Iklim digelar dan diikuti Sebanyak 52 peserta yang terdiri dari perwakilan kelompok tani dan penyuluh pertanian setempat turut serta menjadi peserta aktif dalam pelatihan ini. Dan di buka secara langsung oleh Anggota DPR RI Drs. Supriyanto.

Dalam sambutannya, Drs. Supriyanto menyampaikan pentingnya adaptasi teknologi dan ilmu meteorologi bagi para petani di era perubahan iklim global saat ini.

“Pembekalan melalui SLI Tematik ini diharapkan mampu meminimalkan risiko gagal panen dan mendongkrak produktivitas sektor pangan di wilayah Jawa Timur, khususnya Ponorogo.” Harapnya.

” Dengan Mungucap Bismillahirrahmanirrahim, Sekolah Lapang Iklim resmi di buka.” Ucapnya..

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Masun, menyambut baik dan mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Pihaknya berharap 52 peserta yang hadir dapat menyerap ilmu cuaca secara maksimal, serta mampu menularkan pengetahuan tersebut kepada para petani lain di lingkungan mereka.

“Melalui Sekolah Lapang Iklim Tematik ini, para peserta dibekali kemampuan untuk membaca fenomena alam, memanfaatkan data prakiraan cuaca dari BMKG, serta menentukan strategi penanaman yang tepat demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.” Pungkasnya. (HR/red).

Komentar