17 Warga Jabar Terlantar di Mamuju, Diduga Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja

Daerah55 Dilihat

MEDIA MABES BHARINDO SUKABUMI

Harapan untuk mendapatkan pekerjaan dan memperbaiki taraf hidup justru berujung pada penderitaan bagi belasan warga Jawa Barat. Sebanyak 17 orang, terdiri dari 15 warga Kabupaten Sukabumi dan 2 warga asal Bandung, kini terlantar di Mamuju, Sulawesi Barat, setelah diduga menjadi korban penipuan berkedok tawaran kerja.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 39 detik di media sosial. Dalam video tersebut, para korban terlihat berada di sebuah rumah sederhana dengan kondisi memprihatinkan. Wajah mereka tampak letih dan penuh kekhawatiran, mencerminkan situasi sulit yang tengah dihadapi.

Para korban mengaku awalnya tergiur oleh tawaran seorang mandor yang menjanjikan pekerjaan lengkap dengan uang muka atau kasbon sebesar Rp1,5 juta. Tawaran tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang tengah mencari peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Namun setibanya di Mamuju, janji tersebut tidak terbukti. Pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah ada, sementara sosok mandor yang membawa mereka justru menghilang tanpa kabar.

Kondisi para korban semakin memburuk seiring menipisnya bekal yang mereka bawa. Dalam beberapa hari terakhir, mereka bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Selain itu, situasi kian memprihatinkan setelah dua orang di antara mereka jatuh sakit. Keterbatasan biaya membuat mereka tidak mampu mengakses layanan kesehatan, sehingga hanya bisa bertahan dengan kondisi seadanya.

Dalam keadaan terdesak, para korban berharap adanya perhatian dari pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk membantu pemulangan mereka ke daerah asal.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang tidak memiliki kejelasan. Di balik janji manis, terdapat risiko besar yang dapat merugikan, bahkan membahayakan keselamatan. Kini, para korban hanya bisa berharap ada bantuan yang datang agar mereka dapat kembali ke kampung halaman dengan selamat.Pungkas nya”’

 

 

(Herlan)

Komentar