Jakarta, Mabesbharindo — Mahkamah Agung Republik Indonesia resmi mengumumkan para pemenang Lomba Foto Peradilan Tahun 2025, sebuah ajang bergengsi yang mengajak publik merekam denyut keadilan di ruang-ruang peradilan lewat lensa kamera. Pengumuman dilakukan dalam acara Apresiasi dan Refleksi Mahkamah Agung 2025 di Balairung MA, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).
Lomba ini menjadi ruang partisipasi publik untuk menghadirkan wajah peradilan Indonesia secara lebih dekat, humanis, dan penuh makna. Penetapan pemenang merujuk pada Keputusan Ketua Pokja Lomba Foto Peradilan Nomor 06/POKJA-LFP/SK/XII/2025.
Proses penjurian dilakukan secara profesional dan independen oleh tiga figur kredibel di bidang hukum dan fotografi, yakni Hakim Agung Lucas Prakoso, fotografer detikFoto Agung Pambudhy, dan fotografer profesional Dita Alangkara. Setiap karya dinilai berdasarkan kesesuaian tema, kekuatan pesan visual, komposisi, teknik fotografi, serta orisinalitas, dengan fokus pada nilai-nilai utama peradilan: integritas, profesionalitas, keterbukaan, dan pelayanan publik.
Kategori Warga Peradilan
Juara pertama diraih Isnanto Nugroho dari Suwasa, Gorontalo, melalui foto berjudul “Sang Penegak Keadilan Dalam Kegelapan”, sebuah potret simbolik tentang keteguhan aparat peradilan di tengah keterbatasan.
Juara kedua diraih Ajeng Siti Wahyuni dari Wakatobi dengan karya “Berbeda Iman, Satu Nurani: Berdoa untuk Keadilan”, sedangkan juara ketiga jatuh kepada Agit Bayu Sumantri dari Pangkal Pinang lewat karya “Peradilan Inklusif: Sebuah Keniscayaan di PN Koba”.
Kategori Wartawan/Jurnalis
Juara pertama diraih Subekti dari Jakarta dengan foto “Vonis Bebas Haris Azhar dan Fatia: Sebuah Titik Terang di Tengah Kritik Terhadap Peradilan Indonesia”, yang merekam momentum penting dalam perjalanan demokrasi dan kebebasan berekspresi.
Juara kedua diraih Mohammad Hashemi Rafsanjani dari Serang lewat karya “Sesuai Harapan”, sementara juara ketiga diraih Mochammad Risyal Hidayat dari Samarinda dengan foto “Sidang Tetap Berlangsung Daring”.
Kategori Umum dan Pelajar
Juara pertama diraih Andaru Firmansyah dari Bandung dengan karya “Akses Keadilan Tanpa Batas di PN Bale Bandung”.
Juara kedua disabet Anom Harya dari Denpasar melalui foto “Pengadilan Ramah Anak”, dan juara ketiga diraih Mohamad Aripin dari Lumajang dengan karya “Perempuan Berani, Peradilan Adil”.
Sementara itu, Kategori Favorit diberikan kepada Akhmat Haridi dari Wonosobo melalui foto “Sidang Perbaikan Nama Ijazah”, yang menyentuh sisi kemanusiaan dalam proses hukum.
Melalui Lomba Foto Peradilan 2025, Mahkamah Agung berharap publik tidak hanya melihat pengadilan sebagai ruang hukum semata, tetapi juga sebagai ruang nilai, keadilan, dan kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat.








Komentar