Viral MBG MI Mayak ! Tiga Ompreng Diduga Berisi Ulat,SPPG Tonatan Belum Klarifikasi

Daerah1327 Dilihat

Mabesbharindo.com.Ponorogo

PONOROGO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI Mayak, Kelurahan Tonatan, Ponorogo, mendadak menjadi sorotan. Menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada Rabu (16/9/2026) diduga ditemukan ulat di dalam makanan.
Temuan tersebut membuat pihak sekolah melakukan pengecekan terhadap ompreng makanan yang telah dibagikan kepada siswa.

Seorang guru MI Mayak yang dikonfirmasi melalui salah satu wali siswa menyebut, sedikitnya tiga ompreng dalam satu kelas diduga terdapat ulat.

“Iya, dalam satu kelas ada tiga ompreng berisi menu MBG yang ditemukan ada ulatnya,” ujar sumber tersebut.
Ketika ditanya apakah temuan serupa juga terjadi di kelas lain, sumber tersebut mengaku belum mengetahui secara pasti.

Namun, informasi berbeda muncul dari salah seorang wali siswa dari kelas lainnya. Ia menyebut dugaan temuan ulat juga terjadi di kelas lain, meski tidak mengetahui jumlah pastinya.

“Di kelas lain juga ada ditemukan ulat dalam menu MBG. Tapi berapa jumlahnya tidak tahu persis,” ungkapnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, guru kemudian meminta menu yang diduga terdapat ulat untuk dibuang. Tidak ada dokumentasi foto maupun video yang diperoleh karena para siswa tidak membawa telepon seluler.

“Anak SD tidak ada yang bawa HP. Tapi soal ulat dalam menu itu benar adanya,” tegas sumber.

SPPG Tonatan Belum Beri Penjelasan
Untuk mendapatkan konfirmasi dan memastikan informasi secara berimbang, awak media kemudian mendatangi SPPG Tonatan yang disebut sebagai pihak yang mendistribusikan MBG dari Yayasan Azmania, Kamis (17/9/2026).

Seorang pria bernama Wahid yang mengaku sebagai pengawas Yayasan Azmania kemudian menemui awak media. Akan tetapi, awak media tidak mendapatkan kesempatan untuk melakukan konfirmasi terkait dugaan temuan ulat dalam menu MBG di MI Mayak.

Ketika ditanya alasan awak media tidak diperbolehkan melakukan konfirmasi, Wahid memberikan jawaban singkat.

“Ya, tidak apa-apa,” ujarnya.

Karena tidak memperoleh penjelasan dari pihak yang berwenang, awak media kemudian meninggalkan lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, SPPG Tonatan maupun Yayasan Azmania belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dugaan temuan tersebut.

Belum diketahui pula secara pasti jenis menu yang diduga terdapat ulat, bagaimana proses pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan, serta langkah apa yang dilakukan pihak SPPG setelah menerima informasi tersebut.

Korwil SPPI Akui Sudah Terima Laporan
Sementara itu, Winda selaku Korwil SPPI MBG Kabupaten Ponorogo mengaku telah menerima laporan mengenai dugaan temuan tersebut.

Menurutnya, pihaknya masih melakukan konfirmasi dan pengecekan kepada SPPG yang bersangkutan.

Namun, hingga berita ini dipublikasikan, hasil pengecekan tersebut belum disampaikan kepada awak media.

Persoalan ini pun memunculkan perhatian terhadap aspek keamanan pangan dan pengawasan distribusi MBG, khususnya makanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah.

Apakah dugaan temuan tersebut merupakan persoalan pada bahan makanan, proses pengolahan, pengemasan, atau faktor lain? Jawabannya tentu membutuhkan pemeriksaan dan penjelasan dari pihak terkait.

Satu hal yang pasti, Sinyal Ponorogo masih membuka ruang seluas-luasnya bagi SPPG Tonatan dan Yayasan Azmania untuk memberikan klarifikasi, termasuk menjelaskan langkah evaluasi maupun pemeriksaan yang telah dilakukan atas laporan dari MI Mayak tersebut.

Sebab, di tengah program MBG yang menyasar anak-anak sekolah, transparansi dan pengawasan terhadap kualitas makanan menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik.(HR/Red).

Komentar

News Feed