Sinergi Kodaeral XII dan Bank Indonesia Hadirkan Rupiah Berdaulat Hingga Wilayah 3T Kalbar

Pontianak, TNI AL, Kodaeral XII – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII bersama Bank Indonesia melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2025, ekspedisi ini menggunakan KRI Kujang-642 dengan tujuan lima pulau di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil), yakni Pulau Karimata, Pulau Cempedak, Pulau Maya, Pulau Pelapis, dan Pulau Padang Tikar. Pelepasan ini digelar di Markas Komando Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral XII, Pontianak, pada Selasa (26/8).

 

 

Kegiatan pelepasan dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Biro Perekonomian Setda Kalbar, Harry Ronaldi Mahaputrawan, S.E., M.M., Kapolda Kalbar yang diwakili Dirpolairud, Kombes Pol Agusman, S.I.K., Dankodaeral XII yang diwakili oleh Wadan Kodaeral XII Kolonel Marinir Qomarudin, S.E., M.M., CHMRP, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar. Turut hadir para pejabat TNI AL, Basarnas Kalbar, Dirut Bank Kalbar, unsur pemerintah daerah, dan tamu undangan.

 

Dalam sambutannya, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Anwar Bashori, menyampaikan bahwa ERB bertujuan menyalurkan uang layak edar di wilayah 3T, memperkuat Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, serta memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Senada dengan itu, Asisten Operasi Kasal yang diwakili Wadan Kodaeral XII menegaskan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan bangsa sekaligus mendukung pembangunan nasional melalui distribusi Rupiah.

 

Tepat pukul 09.25 WIB, KRI Kujang-642 yang mengangkut 15 personel Bank Indonesia bersama 29 personel TNI AL bertolak dari Dermaga Satrol Kodaeral XII. Ekspedisi ini akan menempuh pelayaran sejauh 538 Nautical Mile hingga 2 September 2025. Kegiatan pelepasan berlangsung aman dan lancar, mencerminkan soliditas TNI AL dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kedaulatan Rupiah dan memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan.

 

Red. Sri Sundari

Komentar