Jakarta – Mabesbharindo.com Pengurus DKM Masjid Al-Muhajirin Tamara bersama tokoh masyarakat dan LMK menyuarakan keprihatinan serius atas ancaman peredaran narkoba yang mulai mengintai lingkungan mereka. Di tengah upaya membangun karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an, kehadiran narkotika dinilai menjadi ancaman nyata bagi masa depan Sumber Daya Manusia (SDM).
Ketua DKM Masjid Tamara, H. Tanto, menegaskan bahwa masuknya narkoba ke wilayah pemukiman sangat bertolak belakang dengan visi pembinaan generasi religius yang selama ini dijalankan.
“Sangat kontradiktif, kita sedang giat membangun pemudanya dan SDM-nya, namun kemudian mereka masuk. Ini adalah peperangan yang harus kita angkat ke depan,” tegasnya.
Kekhawatiran tersebut juga dipicu trauma masa lalu. Sekitar 20 tahun silam, wilayah itu pernah kehilangan salah satu putra terbaik akibat penyalahgunaan narkoba. Peristiwa kelam tersebut menjadi peringatan keras bagi warga agar sejarah serupa tidak kembali terulang.
Menyikapi kondisi tersebut, DKM Al-Muhajirin Tamara mendesak aparat Kepolisian dan TNI untuk mengambil langkah tegas melalui pembersihan jaringan peredaran narkoba di lingkungan pemukiman, pencegahan sejak dini agar narkotika tidak kembali mengakar, serta memperkuat sinergi keamanan demi memberikan rasa aman bagi warga dan para santri Rumah Qur’an.
Pengurus masjid menegaskan komitmennya untuk berada di garda terdepan membentengi mental generasi muda serta mempererat kerja sama dengan aparat demi menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari narkoba.
PERANGI NARKOBA, DKM AL-MUHAJIRIN TAMARA DESAK APARAT LINDUNGI GENERASI MUDA”













Komentar