oleh

Pembangunan ruang kelas baru (RKB ) SMAN 23 Kibing, Kec. Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau dengan system pelaksanaan swakelola sebagai pelaksana pokmas komite sekolah yang di nilai janggal oleh banyak kalangan

MABES BHARINDO Kepri Batam-(16/09/2022) Pembangunan ruang kelas baru (RKB ) SMAN 23 Kibing, Kec. Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau dengan system pelaksanaan swakelola sebagai pelaksana pokmas komite sekolah yang di nilai janggal oleh banyak kalangan

Kedatangan rombongan awak Media kelokasi pada jumat 16/09/22 dengan maksud melakukan klarifikasi, perihal pekerjaan RKB dan ruang laboratorium fisik dan laboratorium komputer   langsung di sambut oleh iman budiman selaku ketua komite sman 23 dan kepala sekolah.

Informasi yang di himpun awak media ada sekitar delapan (8) jenis pekerjaan dan nominal keseluruhan 5 milyar lebih ujar iman kepada awak media, sayang nya saat di tanyakan plang proyeknya,  iman selaku ketua pelaksana pekerjaan hanya mampu menunjukkan enam (6) plang proyek

Walau pun sudah di cari bersama sama dengan ketua komite plang proyek memang kurang dua buah,

Sebelum  turun kelokasi  awak media sudah melakukan komunikasi dengan ketua komite melalui hp seluler beliau, di mana ketua komite berjanji akan menemukan awak media dengan fasilitator selaku pengawas kegiatan dan pokmas selaku pelaksana, namun setelah sampai kelokasi fasilitator tidak di lapangan begitu juga pokmas selaku pelaksana pekerjaan.

Aroma  dugaan  adanya permainan fee kepada komite sekolah  semakin menyengat ketika awak media tidak menemukan adanya pengawasan dan pokmas yang telah dijanjikan oleh iman selaku ketua komite,

Sementara  Petunjuk Teknis –Juknis DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2022 terdapat pada Lampiran 1 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik Tahun Anggaran 2022 sangat jelas menyatakan tentang fasilitator dan pokmas .

Dengan tidak terlihatnya fasilitator dan pokmas  yang ada hanya ketua komite sekolah, maka  dugaan kalau permainan titip menitip dari orang-orang yang mempunyai jabatan dan kekuasaan untuk memainkan trick dalam membungkus juknis dana DAK  agar bisa memegang komite sekolah untuk dijadikan sarana bagi kontraktor untuk mendapatkan proyek dak fisik  semakin menguat.

Selain dugaan adanya permainan sulap menyulap  juknis  dana DAK, patut diduga spésifikasi Juga tak sesuai RAB, karna kayu yang di gunakan saja beragam dan awak media menemukan adanya kayu bulat sejenis bakau yang di perkirakan lebih murah dari kayu bruti atau kayu olahan.

Kemudian plang proyek juga terlihat aneh atau tak lazim karena waktu pelaksanan tertera 150 (seratus lima puluh hari) kelender.dan tidak dicantumkan mulai pekerjaan dan kapan berakhirnya atau habisnya masa pekerjaan.

Menurut hery marhat ketua laskar anti korupsi pejuang 45 (LAKI P 45) mengatakan saat mendampingi teman teman media saat turun kelapangan kalau pemanfaatan dana dak kali ini sangat tidak maksimal.

Bukan saja pelaksananya bukan orang kontruksi pengawas selaku tenaga ahli atau konsultan juga tak terlihat, kalau bergini lantas apa yang bisa kita harapkan dari pak komite yang patut diduga hanya sekedar pelengkap saja.

Apa lagi  rekan – rekan awak media sudah mendengar sendiri dari pekerja dari beberapa pekerjaan semua berbeda bos atau pengawas nya. Bahkan ada yang dari tanjung pinang ada juga yang dari uban.

Jadi dengan adanya temuan ini kita akan secepatnya melaporkan kepada pihak pihak terkait khususnya kejari batam agar proyek kejar tanyang dan penuh kepentingan ini segera diproses sebagai mana mestinya ujar hery marhat.

Ditempat yang sama, salah seorang warga yang tidak mau namanya dipublikasikan  mengatakan kalau pematangan lahan atau pemadatannya sangat tidak masuk akal, coba lihat bangunannya yang satu di atas bukit sana yang satu lagi di atas bukit sini, tak tertata karena tak di ratakan.

Belum lagi kemiringan bukit yang sangat curam dan tidak di pasang batu miring sebagai penahan terjadinya longsor, kalau saja tanah nya longsor sudah bisa di pastikan bangunan atau gedung yang di bawah akan tertimbun karena kubikasi tanah dan kecuramannya terlalu  tinggi, jadi sangat berpotensi akan longsor.ujar sumber.

Saat awak media melakukan klarifikasi kepada Dinas pendidikan pak andi agung,  dan kabid pendidikan pak heru sampai berita ini diterbitkan tidak ada respon atau   membalas klarifikasi yang di kirimkan melalui whatsapp hp selulernya.*

Edi irawan kabiro

Komentar