Pelaksanaan Vaksinasi Serentak, Kapolda NTT Minta Polres Jajaran Capai Target 70 Persen

MABESBHARINDO, Jakarta | Kapolda NTT Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum., meminta kepada Polres Jajaran yang pencapaian vaksinasi masih rendah agar ditingkatkan sehingga bisa mencapai target 70 persen sesuai target yang sudah ditetapkan oleh Kapolri dan Pemerintah.

Hal ini disampaikan Kapolda NTT saat melakukan vicon dengan Polres jajaran Polda NTT di Mapolres TTS, Sabtu (27/11/2021).

“Hari ini kita serentak bersama-sama mengikuti video conference dengan bapak Kapolri, dalam rangka mempercepat dan mengakselerasi capaian vaksinasi yang telah ditetapkan khususnya tadi kita mendengar bersama bahwa capaian kita diharapkan sampai 70 persen. Saat ini posisi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru mencapai 51 persen. Walaupun kita tidak di bawah 50 persen tapi capaian ini tentu saja harus kita percepat sehingga mencapai 70 persen sesuai target yang ditetapkan”, ujar Kapolda NTT didampingi, sejumlah pejabat Utama, Kapolres TTS,  Kasdim 1621/Soe dan  Wakil Ketua II DPRD Kabupaten TTS.

Kapolda NTT juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh Kapolres dan Forkopimda dengan segala keterbatasan yang ada baik itu geografis, kemudian mengenai keterlambatan vaksin maupun kekurangan tapi sudah berusaha secara maksimal.

“Saya berharap dengan sisa waktu yang ada ini, kita konsolidasikan kembali dan lakukan percepatan-percepatan agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai”, pinta orang Nomor satu di Polda NTT.

Dari data yang ada, Kupang Kota sudah mencapai hampir 84 persen, Manggarai Barat 74 persen, Sikka 66 persen dan Kabupaten yang lain masih berkisar antara 60 persen ke bawah sampai 40 persen, untuk itu Kapolda NTT mengharapkan dengan adanya vaksinasi serentak ini, Polres jajaran bisa mengangkat posisi Provinsi NTT dari 51 persen mencapai 60 persen bahkan mendekati 70 persen.

“Saya yakin itu bisa kita lakukan dengan kebersamaan kita dan saya melihat disini semangat dari seluruh rekan-rekan sekalian baik dari TNI, Polri, maupun pemerintah daerah khususnya dinas kesehatan untuk bisa kita tingkatkan sesuai harapan Bapak Kapolri dan pemerintah”, harap Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum.

Dalam kesempatan itu juga, Kapolda NTT melakukan dialog dengan beberapa Polres khususnya Polres yang masih didatakan pencapaiannya masih rendah untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam percepatan akselerasi capaian vaksinasi diantaranya Polres Malaka, Polres Lembata, Polres Flores Timur dan Polres Alor.

Kapolda juga sudah memerintahkan kepada Biddokkes Polda NTT untuk mem-backup tim vaksinator mulai dari Polres TTS, Polres TTU dan Malaka guna mendukung percepatan Vaksinasi nasional dan diharapkan Polres-Polres lain juga terus meningkatkan percepatan vaksinasi dengan cara berkerja sama serta berkolaborasi dengan instansi terkait.

 

“Karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama pemerintah mudah-mudahan kita bisa meningkatkan khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini bisa mendekati angka 70 persen di akhir tahun dan kita bisa meningkatkan dan menghasilkan sesuatu yang baik bagi masyarakat, tadi Pak Kapolri juga sudah menyampaikan apresiasi walaupun ini hari libur tapi kita sama-sama turun ke lapangan untuk meningkatkan vaksinasi ini”, ungkapnya.

Diakhir arahannya, Kapolda NTT meminta agar bersama-sama dengan pihak TNI dan Pemerintah untuk memberikan himbauan kepada masyarakat untuk memahami pentingnya vaksinasi ini.

 

“Untuk itu kita terus mendekati dan memberikan pemahaman secara humanis kepada masyarakat untuk mau di vaksin guna terhindar dari penyebaran virus dan meningkatkan herd immunity serta diupayakan hari ini dan seterusnya sampai sisa bulan, sampai kemudian di akhir tahun, di bulan Desember. Kita laksanakan vaksin ini secara masif dan bisa kita masuk di dalam peringkat 70 persen sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah. Mudah-mudahan apa yang diharapkan oleh pemerintah untuk NTT juga bisa masuk di dalam capaian 70 persen dapat terwujud. Tentu saja ini atas kerja bersama dari seluruh stakeholder kemudian TNI, Polri, dan pemerintah daerah”, tandasnya.

Komentar