Naik ke Penyidikan, Polisi Dalami Dugaan Kekerasan dalam Kematian Pelajar di Surade

TNI & Polri14 Dilihat

Media Mabes Bharindo

Penanganan kasus meninggalnya NS (13), pelajar SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kini memasuki babak baru. Polres Sukabumi resmi meningkatkan status perkara tersebut dari penyelidikan ke tahap penyidikan setelah menemukan indikasi kuat adanya unsur pidana.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menegaskan bahwa keputusan itu diambil usai tim penyidik bekerja intensif tanpa henti selama 24 jam untuk mengumpulkan bukti awal.

“Setelah kami melakukan serangkaian penyelidikan secara maraton, ditemukan sejumlah alat bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Karena itu, perkara ini kami tingkatkan ke tahap penyidikan,” ujar AKBP Samian, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, indikasi pelanggaran hukum tersebut berkaitan dengan dugaan kekerasan terhadap korban, baik secara fisik maupun psikis.

“Kami menduga ada tindak kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun psikis. Ini yang sedang kami dalami secara komprehensif,” tegasnya.

Dalam prosesnya, kepolisian mengedepankan metode scientific crime investigation dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur terkait untuk mendalami aspek psikologi forensik. Meski kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial, Kapolres memastikan penyidikan tetap berjalan profesional dan tidak terpengaruh opini publik.

“Kami memonitor dinamika yang berkembang, tetapi fokus utama kami adalah pembuktian secara ilmiah. Proses hukum berjalan independen dan transparan,” katanya.

Sejumlah langkah telah ditempuh penyidik, di antaranya pemeriksaan terhadap seorang perempuan berinisial TR. Pemeriksaan dilakukan secara hati-hati dengan menguji seluruh keterangan dan alibi yang disampaikan.

“Setiap keterangan kami uji. Tidak ada yang kami simpulkan secara terburu-buru. Semua berdasarkan fakta dan alat bukti,” ungkap AKBP Samian.

Dari hasil visum luar, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Luka tersebut meliputi bagian badan serta area wajah yang diduga akibat trauma panas dan benturan benda tumpul. Sementara itu, hasil autopsi masih menunggu keterangan resmi dari dokter forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Hingga saat ini, sebanyak 16 saksi telah dimintai keterangan guna memperkuat konstruksi perkara. Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti tambahan sebelum menetapkan langkah hukum berikutnya.

“Kami mohon dukungan semua pihak agar proses ini berjalan lancar. Kami pastikan penanganan dilakukan secara profesional dan berdasarkan pembuktian ilmiah,” pungkas Kapolres.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian luas masyarakat, sementara aparat kepolisian terus mendalami setiap fakta untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya terjadi,Pungkas nya””

 

 

 

(Herlan)

Komentar