Menlu Sugiono: Indonesia Minta Dewan Keamanan PBB Rapat, Kutuk Serangan terhadap Pasukan Perdamaian

Nasional831 Dilihat

JAKARTA, Mabesbharindo.com . Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.

Menurut Sugiono, melalui Perwakilan Tetap Republik Indonesia di New York, pemerintah langsung meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat darurat sehari setelah insiden terjadi.

“Pemerintah lewat perwakilan tetap kita di New York, satu hari setelah insiden pertama, meminta kepada Dewan Keamanan PBB melaksanakan rapat,” ujar Sugiono.
Ia menjelaskan, permintaan tersebut mendapat respons dari Prancis yang saat itu bertindak sebagai pen holder untuk isu Lebanon di Dewan Keamanan. Rapat pun disepakati untuk segera diselenggarakan guna membahas situasi keamanan pasukan perdamaian.

Dalam forum tersebut, Indonesia menyampaikan sikap tegas dengan mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian, khususnya yang tergabung dalam misi UNIFIL.

Sugiono menegaskan, serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak dapat ditoleransi. Pemerintah juga mendorong agar ada langkah konkret dari PBB untuk meningkatkan perlindungan terhadap seluruh personel di wilayah konflik.

Langkah diplomatik ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga keselamatan pasukan perdamaian sekaligus memperkuat peran aktif di kancah internasional.

(Jack)

Komentar