Lima Rumah di Warnasari Ludes Terbakar, Puluhan Warga Mengungsi

Daerah554 Dilihat

Media Mabes Bharondo.com

Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Kampung Selaawi RT 17/04, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan lima unit rumah permanen dan memaksa puluhan warga mengungsi.

Berdasarkan hasil asesmen Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukabumi, kebakaran diduga dipicu korsleting arus listrik dari salah satu rumah warga. Api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain karena jarak antar rumah yang berdekatan.

“Api cepat menyebar karena kondisi rumah yang berdempetan. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik,” ujar P2BK Sukabumi, Enggen Harmaen, saat dikonfirmasi.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten Sukabumi dikerahkan ke lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB dengan bantuan warga setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp500 juta. Sebanyak lima rumah dilaporkan rusak berat dan 21 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat serta kediaman Ketua RT setempat.

Para korban terdampak berasal dari beberapa kepala keluarga, di antaranya Sadria, Onih, Nurhayati, Sahrul, Mimin Mintarsih, Wawan Kurniawan, Deri, dan Endang.

Enggen menambahkan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan di lapangan, termasuk asesmen cepat, koordinasi lintas instansi, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

“Kami sudah berkoordinasi dengan perangkat desa, kecamatan, TNI-Polri, Satpol PP, Tagana, relawan pramuka peduli, serta damkar. Warga juga kami imbau untuk lebih waspada, terutama terkait instalasi listrik di rumah,” katanya.

Saat ini, para korban masih mengungsi di sekitar lokasi kejadian. Mereka membutuhkan bantuan darurat berupa sandang, pangan, serta material bangunan untuk pemulihan pascakebakaran.

P2BK memastikan data yang dihimpun masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

 

 

 

(Herlan)

Komentar