Lapas Warungkiara Kembangkan Pertanian, Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Daerah387 Dilihat

Mabes bharindo Com Sukabumi

Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terus mengembangkan sektor pertanian dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan di lahan yang tersedia.

Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan di lingkungan lapas, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produktif.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, mengungkapkan sejumlah komoditas yang saat ini dibudidayakan meliputi pisang, sayuran, hingga tanaman hortikultura lainnya. Di antaranya Pisang Raja Bulu sebanyak 2.500 pohon, Pisang Tanduk 1.000 pohon, Terong Bulat 4.000 pohon, Terong Ungu 4.000 pohon, serta Cabai Rawit 4.000 pohon. Selain itu, terdapat pula tanaman timun, kacang panjang, pakcoy, kangkung, caisim, daun bawang, seledri, dan nanas.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam mendukung program ketahanan pangan, serta bagian dari 13 program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,ujar Panji, Jumat (17/04/26).

Ia menambahkan, Lapas Warungkiara diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) sebagai penyuplai komoditas pisang di wilayah Jawa Barat.

Menurut Panji, seluruh kegiatan pertanian dan peternakan di lingkungan lapas melibatkan warga binaan sebagai bentuk pemberdayaan dan pembinaan kemandirian. Pihaknya juga menjalin kolaborasi dengan masyarakat setempat untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan.

Seluruh kegiatan pemberdayaan ini kami fokuskan kepada warga binaan, dengan tetap berkolaborasi bersama masyarakat sekitar. Saat ini, lahan pertanian juga terus kami perluas, pungkasnya.

 

Reporter:Sony Sadikin

Kapewil Jabar

Komentar