Konsolidasi SPPG Parungkuda Perkuat Penyaluran Program Gizi Nasional bagi 35 Ribu Warga

Daerah63 Dilihat

Media Mabes Bharindo.com

Upaya pemerataan manfaat Program Gizi Nasional terus diperkuat. Bertempat di Aula Kecamatan Parungkuda,pada Jumat (23/1/2026), digelar kegiatan Konsolidasi Pemerataan Manfaat Satuan Pelayanan Penerimaan Gizi Nasional atau (SPPG) tingkat Kecamatan Parungkuda.

Kegiatan strategis ini menjadi ajang penyatuan langkah lintas sektor guna memastikan program gizi nasional benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Camat Parungkuda Asep Sumantri, Kapolsek Parungkuda AKP Erwan, kepala puskesmas parungkuda,Danramil serta para Ketua SPPG seKecamatan Parungkuda.

Dalam sambutannya, Camat Parungkuda Asep Sumantri menegaskan bahwa program gizi nasional bukan sekadar agenda administratif, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijalankan secara serius dan berkelanjutan.

“Pemerataan manfaat program gizi nasional harus benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan anak sekolah. Ini membutuhkan koordinasi yang solid dan komitmen bersama,” tegasnya.

Dukungan penuh juga datang dari unsur kepolisian. Kapolsek Parungkuda AKP Erwan menyatakan kesiapan jajarannya dalam menjaga kondusivitas serta melakukan pengawasan agar program berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan.

“Kami siap mendukung penuh pelaksanaan SPPG di wilayah Parungkuda agar program ini berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, mengungkapkan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian dari sinkronisasi data penerima manfaat, sebagaimana diamanatkan dalam Surat Edaran Badan Gizi Nasional Nomor 23 Tahun 2014 Nomor 41.01.

Menurutnya, Kecamatan Parungkuda memiliki potensi penerima manfaat yang sangat besar.

“Mulai dari ibu hamil, balita, TK, posyandu, sekolah dari SD hingga SMA, pesantren, sampai para guru. Potensi penerima manfaat di Parungkuda mencapai sekitar 35 ribu orang,” ungkap Sandi.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 ini diproyeksikan akan ada 13 SPPG aktif di Kecamatan Parungkuda. Jumlah tersebut dinilai ideal untuk menjangkau seluruh sasaran penerima manfaat secara merata.

Dalam sesi diskusi, para Ketua SPPG seKecamatan Parungkuda turut menyampaikan berbagai masukan, evaluasi, serta tantangan di lapangan, termasuk kebutuhan peningkatan sarana dan kualitas pelayanan agar manfaat program dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.

Melalui konsolidasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan pengelola SPPG, sehingga program gizi nasional benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat Parungkuda secara berkelanjutan.

 

Reforter Sony & FR Mbs

Komentar