Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Angkat Bicara Terkait Dugaan Keracunan Program Dapur MBG di Simpenan

Daerah41 Dilihat

Media Mabes Bharindo.com

Sukabumi.-Dugaan keracunan massal yang diduga berasal dari Program Dapur MBG di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, terus menjadi perhatian publik. Peristiwa ini dinilai telah mencoreng tujuan program pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Berdasarkan data sementara, tercatat empat orang mendapatkan penanganan medis, terdiri dari dua orang guru dan dua orang siswa, yang mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan MBG.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamza Gurnita, meminta agar legalitas SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dibuka secara transparan dan dilakukan evaluasi menyeluruh.“Legalitas SPPG harus dibongkar, termasuk izin operasional dan standar keamanan pangan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas,” tegas Hamza.

Sementara itu, Kepala SPPG Desa Loji, Anwar Sapei, menyatakan akan segera mengambil langkah lanjutan guna memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut.

Kami akan menyerahkan sampel makanan MBG ke Puskesmas untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium, agar diketahui secara pasti penyebabnya,” ujar Anwar Sapei.

Ia menambahkan, pihak SPPG akan bersikap kooperatif dan mendukung penuh proses pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi juga mendorong dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan medis dan pemeriksaan sampel makanan masih berlangsung.Punglas nya.

 

 

(Herlan)

Komentar