FGD KELOMPOK 3 POLICY BRIEF PKN I ANGKATAN 60

Uncategorized90 Dilihat

JAKARTA,7 JUNI 2024

MABES BHARINDO

Jakarta, 5 Juni 2024 – Sebuah pertemuan penting telah diadakan pada hari Rabu, 5 Juni 2024, oleh Kelompok 3 Policy Brief PKN I Angkatan 60, yang dipimpin oleh Prof. Waryono. Pertemuan ini dihadiri oleh narasumber terkemuka, termasuk IR Jamalul ( IPS ),Nursana marpaung ( Japbusi ) Ahmad Surambo ( sawit watch) dan membahas isu-isu kritis yang dihadapi oleh Indonesia dalam konteks global.Mabes Bharindo

Pertemuan yang dilakukan melalui Zoom ini membuka diskusi *Pekerjaan Layak di Perkebunan sawit* dengan ‘Triple Planetary Crisis’ yang meliputi perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan polusi. Krisis-krisis ini berdampak luas pada ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Dalam konteks Indonesia, salah satu cara penanganan krisis ini adalah melalui perbaikan tata kelola investasi, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit, yang memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB dan ekspor negara.Mabes Bharindo

Diskusi tersebut menyoroti urgensi perbaikan tata kelola investasi yang belum sepenuhnya selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, terutama dalam aspek sosial yang berkaitan dengan tata kelola ketenagakerjaan. Pertanyaan kebijakan yang diajukan adalah apakah investasi di perkebunan kelapa sawit mampu menyediakan pekerjaan yang layak bagi pekerjanya.Mabes Bharindo

Telaah kritis kebijakan mengungkapkan bahwa perkebunan kelapa sawit melibatkan lebih dari 4 juta pekerja dan 2,6 juta petani dengan produktivitas ekonomi yang rendah. Rendahnya produktivitas ini menjadi fokus utama perusahaan-perusahaan pemilik perkebunan dalam menjalankan usahanya. Namun, orientasi pada misi ekonomi ini seringkali menimbulkan risiko pelanggaran hak-hak pekerja, termasuk kepastian kerja, upah yang layak, kerja paksa, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), diskriminasi gender, pekerja anak, dan jaminan sosial.Mabes Bharindo

Akar masalah pelanggaran hak-hak pekerja ini terutama berkaitan dengan kebijakan yang belum lengkap, inkonsistensi dalam melaksanakan prosedur di lapangan, kurangnya penegakan dan pengawasan kebijakan ketenagakerjaan, serta rendahnya literasi dan kualitas tenaga kerja.Mabes Bharindo

Pertemuan ini menjadi forum penting untuk membahas dan mencari solusi atas tantangan-tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan tata kelola investasi yang berkelanjutan di sektor perkebunan kelapa sawit. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat memberikan arahan yang jelas untuk pembuatan policy brief yang akan membantu pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengatasi krisis global dan meningkatkan kualitas lapangan kerja di Indonesia.Mabes Bharindo

TEAM KAPERWIL-KALBAR

Komentar