Bazar Tukar Sampah Jadi Potensi Unggulan Desa Sundawenang, Warga Dapat Sembako Lingkungan Makin Bersih

Daerah20 Dilihat

Media Mabes Bharindo.com

SUNDWAWENANG – Potensi desa berbasis lingkungan dan ekonomi warga terus tumbuh di Desa Sundawenang. Salah satu wujud nyatanya terlihat melalui kegiatan Bazar Tukar Sampah dengan Sembako yang digelar oleh Bank Sampah Wijaya Kusuma Mandiri pada Minggu, 25 Februari 2026, di Perumahan Bumi Pakuwon Regency (BPR).

Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi langsung bagi warga. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari, ketika para ibu rumah tangga berbondong-bondong menukarkan sampah anorganik bernilai ekonomis dengan paket sembako.

 

Suasana bazar berlangsung hidup dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan tingginya kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Program ini sekaligus membuka peluang ekonomi rumah tangga melalui sistem tabungan sampah.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sundawenang, Wahid, S.IP., M.H., serta mendapat dukungan dari berbagai unsur kelembagaan desa, di antaranya Kopdes, BUMDes, Posbakum Desa, serta para Ketua RT dan RW di lingkungan Perum BPR.

Dalam keterangannya, Kepala Desa Sundawenang menyampaikan bahwa bank sampah merupakan salah satu potensi strategis desa yang mampu memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.

 

“Melalui bank sampah, masyarakat tidak hanya menikmati lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi. Sampah yang disetorkan dicatat sebagai saldo dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan warga,” ujar Wahid.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah desa mendorong seluruh warga untuk menjadi nasabah bank sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus investasi sosial jangka panjang.

Saat ini, Bank Sampah Wijaya Kusuma Mandiri telah memiliki sekitar 50 nasabah aktif dan baru menjangkau satu wilayah perumahan. Ke depan, program ini direncanakan akan diperluas ke seluruh RW di Desa Sundawenang dan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan potensi desa.

Sementara itu, pengurus bank sampah menjelaskan bahwa jenis sampah yang dikelola saat ini masih difokuskan pada sampah anorganik seperti plastik dan botol. Namun, ke depan akan dikembangkan pengelolaan sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam dan mendukung ketahanan lingkungan desa.

Program bazar tukar sampah ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi potensi unggulan desa, sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem desa yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

 

Reforter FR mbs

Komentar